𝕓𝕚𝕤𝕞𝕚𝕝𝕒𝕙
𝕛𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕧𝕠𝕥𝕖 𝕕𝕒𝕟 𝕜𝕠𝕞𝕖𝕟
𝕥𝕖𝕣𝕚𝕞𝕒𝕜𝕒𝕤𝕚𝕙🤍
--
Selepas sholat subuh kediaman Wira mulai terlihat sangat ramai, Suara merdu biduanita dan Aluna lagu dangdut terdengar hingga ke Rt sebelah, tampak beberapa orang mulai sibuk menyusun aneka ragam makanan yang akan di Hidangkan hari ini .
Janur kuning berderet rapih di sepanjang jalan yang menandakan ada nya pesta yang di selenggarakan, beberapa papan karangan bunga terjejer rapih yang berisikan Kata selamat menempuh hidup baru untuk Aluna dan Pram.
" Sayur sop nya jangan du taruh di situ..iku kamu letakan di sini saja"
" Daging nya jangan di letakkan dekat daging ayam,,taruh di dekat mie nya"
" Es buah nya aman Wak?"
"Cuci mulut nya di taruh dekat mana ya buk?"
Tim ibu" tampak lebih heboh menyusun beberapa makanan yang sudah mereka masak dari semalam untuk di taruh di meja prasmanan Yang sudah di sediakan.
" Ke sana kemari membawa alamat ting ting..tapi yang ku temui bukan dirinya sayang...."
" Sayang" teriak beberapa pemuda dan bapak" yang ada di atas panggung bersama biduan berjoget-joget tanpa melihat ke arah ibu ibu yang tengah menyusun makanan, padahal ini masih pagi.
"Joko!! Turun!! Turun!!! Kamu di suruh kemana nyampe nya kemana, sana cepetan ambil sendok sama nasi "oceh salah satu ibu ibu berdaster ping kepada pemuda yang bertugas menjadi panitia bersih bersih.
" Buk wati nanti saja toh dandan nya iku ada orang Tolong di layani,saya mau ambil tisu dulu " tegur ibu ika sambil menepuk bahu wati yang tengah memoles Wajahnya dengan bedak, tampak ibu wati mencibir setelah kepergian ibu ika.
" Yun...iku bojomu, tak tabok saja dari belakang, aku seng risih liat dia nyawer biduan " ibu rika yang tengah menyusun air minum menyenggol legan ibu nur yang di mana mereka bertugas di meja prasmanan Nomor 3 yang letaknya tak jauh dari panggung.
" Biarkan saja buk, mulut saya sudah berbusa manggil mas Ino memang dasar nya saja yang kebal..toh nanti kalau uang nya habis dia sendiri yang pusing nyari nya " ibu nur terlihat acuh tak acuh dengan kelakuan suaminya nya yang sangat tergila-gila dengan biduanita, ino iku gampang saja di mana ada organ di sana ada ino laki laki anak 3 yang terkenal dengan sebutan Rembo.
" Aku Minta bedak nya jangan tebal tebal, alis ku juga jangan nanti yo di kira hantu " rahma berucap kepada tim Makeup yang mendandani wajah'nya itu.
" Siap ibuku...hari ini lala akan buat ibu terlihat cantik bak dewi " ucap laki laki yang sedikit ( kata author sedikit loh ya 😭😂) ngode itu, jari jemari nya tampak terlihat sangat lincah memoles wajah Rahma, tim make up yang di pakai jasanya itu di sewa dari kota yang beranggotakan 5orang.
"Mhh...mas"
" Ehh bukan mas sayang ku tapi sist " Riska meringis saat mendengar nada bicara laki laki yang tengah memakai kan nya jilbab yang senada dengan baju nya itu.
" Emhhh...sist jangan kekencangan ngikatt nya gak bisa nafas " adu riska saat leher nya terasa tercekik..
" Ohhh.. kekencangan ya sayang ku..baik lah sist perbaiki dulu"
" Abang nya udah Berapa lama jadi bencong? " Tanya ica yang kini telah selesai dan tampak cantik dengan balutan baju burkat yang sama dengan sepupu sepupu lain nya.
" Jadi bencong enak ya bang"
"Aduhh" ringis ica saat lengan di cubit oleh iyar.
" Itu privasi abang nya kamu wes jangan nanya nanya" bisik iyar di telinga Ica.
Pemuda yang menyusun beberapa perlengkapan make up itu lantas menoleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
