2 bulan kemudian
"Ayah Mau keluar kota Lusa...Mamah mau ikut?"Ujar Pram yang duduk lesehan di teras belakang rumah Menikmati Hujan rintik rintik yang melanda Desa,Aluna yang tengah Mengaduk mie instan yang di buat nya tadi lantas melihat Ke arah Pram
" Urusan Apa yah? Kalau semisalnya penting banget yo mamah endak usah ikut" Ujar Aluna Setelah itu menuangkan mie kedalam piring,Cuaca yang dingin Membuat Aluna memilih untuk memasak mie instan yang sudah lama Belum ia makan kembali.
" Iki penting mah tapi Yo Ayah mau ajak Mamah sama Anak anak juga" Ujar Pram menyeruput Kopi panas yang di buat Aluna sebelum nya.
" Memang nya mau kemana Yah? Kok nampak nya Ayah paksa sekali mamah buat ikut "
" Aceh Mah"
"Aceh??"
"Hemm"
"Tapi anak anak Masih kecil,Iku perjalanan nya jauh sekali " Ujar Aluna memberikan Pram piring yang berisikan mie.
" Endak papa,Kita naik pesawat saja,kita di sana hanya dua hari setelah itu kita pulang " Ujar Pram mulai melahap mie yang di berikan Aluna,Aluna meneguk air minum nya dan menimang nimang sebentar sebelum ia mengiyakan tawaran Pram untuk keluar kota.
Asik menikmati waktu berdua Aluna dan Pram di kaget kan Dengan kedatangan Zira yang mengendong adik nya dengan cara mengangkat baju sang adik di bagian perut.
" Allahuakbar Zira ya Allah iki adek mu" Pekik Aluna kaget langsung menghampiri sang anak pertama yang sudah mengeluh berat dengan apa yang ia angkat,Dengan sigap Aluna langsung mengendong Gendis yang tampak tertawa kecil melihat wajah Aluna yang memerah.
" Zira kenopo toh nduk gendong adik nya kayak gitu..Gak boleh kalau adik nya jatuh gimana? " Ucap Pram geleng geleng kepala melihat tingkah Zira yang semakin hari semakin nekat kepada sang adik, Zira Menatap Pram lantas berucap.
"Maaf Ayah,maaf Mamah tapi Tadi Zira lihat di Tv adek nya digendong kayak gitu jadi Zira coba ehhh ternyata adek Gendis Berat" Ucap Zira mengingat Apa yang ia tonton tadi bersama sang adik di tv Ruang tamu,Aluna berjongkok dan mengelus pelan pipi Zira.
"Lain kali endak boleh ya..Adek Gendis masih kecil Bahaya"Ujar Aluna tersenyum kecil mengatur emosi nya yang hampir meledak melihat tingkah Zira.
"Oke Mamah"
"Cup dulu adek nya bilang kalau kakak endak bakal kayak gini lagie" Ujar Aluna,Zira mengangguk dan membungkukan sedikit tubuh nya.
"Kakak minta maaf ya adek, kakak janji endak ulangi lagi" Ujar Zira setelah itu mencium pipi Gendis sekilas dan pipi Aluna.
" Yaudah sekarang kita makan mie ya,Iku tadi mamah udah masak mie instan" Ujar aluna setelah itu mereka bertiga mendekati Pram yang masih duduk lesehan,Aluna duduk dan menaruh gendis di atas kursi setelah itu mengambil kan Zira sepiring mie instan.
" Nanti malam kerumah ibuk Seruni yuk,Udah lama mamah endak kesana" Ujar Aluna setelah menghabiskan mie nya begitu Dengan Pram, Pram yang tengah meneguk air minum nya mengangguk.
"Sekalian saja kita menginap" Ujar Pram yang di angguki Aluna.
"Nggeh Yah"
Setelah Mereka menikmati mie instan dan langit sore yang mendung,Aluna bergegas mencuci piring bekas Mereka makan mie dan makan siang tadi,Aluna juga menyempatkan membuat kue bolu pandan untuk di bawa kerumah mertua nya.
"Mah iki ada paket Mamah mesan?" Tanya Pram datang membawa 2 bugkusan plastik hitam Yang di bawa kurir tadi.
" Oh iya sudah datang Ya ,Ayah sudah bayar?" Ujar Aluna mengelap tangan nya dengan handuk kecil setelah itu mendekati Pram,Pram menganguk dan memberikan Aluna plastik yang kotak sedang itu.
" Yaudah ayah'mau ke kamar Zira dulu " Ucap Pram berbalik setelah Pram berjalan menuju kamar sang anak Aluna lantas meletakkan paketan itu di dalam lemari dan kembali kedapur.
" Kita jalan kaki aja yah endak usah naik mobil" Ujar aluna mencegah Pram saat Ingin masuk kedalam mobil,.
" Tapi iki sudah malam,naik mobil saja" Ucap Pram kekeh dan Aluna menggeleng.
" Endak Papa ayah,kita jalan kaki aja ya kan deket juga" Ucap Aluna mengelus lengan Pram, Pram menghela nafas dan mengangguk setelah itu mereka bertiga mulai menyusuri jalan menuju rumah sang mertua.
"Mamah,Zira mau beli itu" Ujar Zira menunjuk es boba yang di jual di pinggiran jalan.
"Yaudah ayok kita beli" Ujar Aluna mengandeng tangan Zira, Sesampainya di Depan Warung itu Zira lantas memesan rasa favorit nya
"Ayahh mau rasa apa?" Tanya Aluna menatap Pram yang tengah membaca daftar rasa yang di tempelkan pada dinding warung bercat hijau itu.
" Ayah Mau Rasa emmm tiramisu Saja" Ujar Pram yang di angguki aluna.
Setelah pesenan mereka selesai Mereka kembali berjalan menuju rumah Seruni.
" Assalamualaikum Nenek, Kakek" Teriak Zira saat sampai di halaman rumah Haryo bahkan orang rumah belum membalas salam Zira bocah perempuan itu sudah masuk terlebih dahulu membuat Pram yang memeluk pinggang Aluna geleng geleng kepala.
" Wassalamu'alaikum...Ehh Cucuku,Masuk masuk" Ucap seruni girang melihat kedua cucu nya datang,aluna dan Pram masuk langsung berjalan menuju ruang tamu terlihat Haryo yang tengah tiduran dan disampingnya Zira.
" Iki buk kue bolu" Ujar pram memberikan plastik berisikan kue bolu pada Seruni.
" Ckk..repot repot wong kalau kesini iku endak usah kayak gini" Ujar Seruni
"Bentar tak ambil piring sama pisau dulu" Ucap Seruni meletakkan plastik itu di dekat Pram yang sudah duduk lesehan.
" Bapak kenapa?" tanya Aluna melihat Haryo yang berbaring di Depan tv
"Bapak sakit pinggang, Kemarin habis Buat kolam di sawah " Ujar Haryo bangun dari tidur nya
" Kakek lihat Zira beli boba liat ada boba nya " Ujar Zira melihat Haryo gelas plastik yang berukuran sedang yang berisikan boba kecil.
"Opo iku? Kayak Eek kambing " Ujar Haryo terkekeh mengelus rambut Zira,Bocah itu menatap Haryo sengit
" Ini boba kakek ,Lihat!!! Bukan eek kambing"Tegas Zira tidak terima saat Haryo berucap barusan.
Haryo menganguk dan mengiyakan Ucapan Zira takut sang cucu marah pada nya
"Iki bolu nya kamu buat sendiri luna?" Tanya Seruni yang di anguki Aluna
"Besok besok ajar kan ibuk Rasanya enak " Ucap Seruni yang tengah mengunyah sepotong kue bolu dan pangkuan nya ada baby G yang menatap Seruni seakan-akan ingin mencicipi makanan yang di lahap oleh sang nenek.
" Siap buk..Oh iya iku ayah Pram ngajak ke Aceh lusa, Aluna sama anak anak di ajak " Ucap Aluna membuat Seruni berhenti mengunyah makanan nya.
" Aceh? "
"Memang nya kenapa buk?"
" Ha endak papa, Pergi saja sekalian liburan,"Ujar Seruni kembali mengambil sepotong Kue yang ada di hadapannya, larut malam akhirnya mereka memutuskan masuk kedalam kamar masing masing.
"Gendis di pinggir saja Biar mamah di tengah" Ujar Pram saat Aluna tengah menimang nimang Gendis yang sedikit rewel.
"Emang kenapa kalau gendis di tengah wong sama saja" Ujar Aluna menepuk nepuk pinggul gendis agar bayi itu kembali tertidur.
" Biar ayah bisa Nenen sama mamah"
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
