Semakin jauh

33K 1.1K 120
                                        


Selamat membaca 💗
Jangan lupa vote dan komen 💗

-----



" Zira emhh tinggal di rumah nenek dak papa ya? Mamah mau ke kota 1 hari Mau cek adek nya Zira gak papa ya sayang"

" Endak papa mah...tapi nanti beli in Zira mainan ya" ujar Zira girang memperlihatkan sebuah mainan yang ada di gajet nya pada Aluna, Aluna mengangguk dan mencium pipi tembam milik Zira gemas.

" Kamu endak papa kan naik trevel ke kota? " Tanya Seruni khawatir melihat Aluna yang tengah menunggu mobil trevel Yang ia pesan semalam.

" Endak papa buk... nanti sampai sana Aluna telfon Ayah Pram buat jemput"

" Yo wes hati hati, kalau udah sampe kota telfon ibuk " Ucap Seruni yang di angguki Aluna, Aluna berpamitan dan naik ke dalam mobil, awalnya Aluna Ingin duduk di kursi nomor 2 Namun sang supir menyuruh Aluna untuk duduk di samping nya agar ibu hamil itu tak kesusahan.
Mobil trevel yang ia pakai berjalan menuju kota membelah jalan desa yang sedikit basah akibat gerimis.

Aluna membuka gawai nya mencari nomor Pram.

Nomor yang ada tuju sedang berada di luar jaringan, Mohon untuk menelfon kembali dalam beberapa saat.

Aluna mengigit bibir nya Pram kemana? Kenapa sangat susah untuk di hubungi?.
Pikiran Aluna berkecamuk ia bersandar pada sandaran kursi dan melihat luar jendela.

Sesampainya di kota,Aluna langsung menuju rumah sakit untuk cek Up sebelum hari persalinan, Aluna mengelus perut nya yang semakin besar dan melihat antrian untuk cek up Sangat panjang.

" Kita tunggu sebentar ya Lee..nanti kita makan oke" Lirih Aluna,mata nya kembali melihat segala arah namun berhenti di satu titik di mana ada seorang ibu hamil sama seperti dirinya tengah di pijat oleh sang suami, bibir nya terangkat sedikit andai kan ada Pram di sini pastii Pram akan mengelus perut nya Dengan lembut.
Alasan Aluna untuk cek up hari ini adalah Bayi yang ada di dalam kandungan nya tidak pernah merespon Aluna yang membuat ia takut sendiri.
Tak lama Suster yang berjaga di depan memangil Aluna untuk masuk.

" Dengan Nyonya Aluna?" Tanya dokter laki laki yang berjaga hari ini,aluna mengangguk dan di persilahkan untuk duduk.

" Nyonya Aluna 19 tahun" gungam dokter yang Aluna tau namanya adalah Bagas Putra.

" Khem baik perkenalkan nama saya bagas putra umur saya 25 tahun'dan saya dokter baru di rumah sakit ini" Ucap bagas ramah yang di balas angukaan oleh Aluna.

" Baik.. untuk ibu silakan naik ke atas ranjang saya akan mempersiapkan Peralatan sebentar" Lanjut nya.

Aluna mengangguk dan menaiki ranjang pasien dengan kesusahan.

" Baik saya bantu Buk" Ucap bagas memegang lengan Aluna membantu untuk Aluna bisa duduk di atas ranjang itu.

" Terimakasih dokter"

" Sama sama buk, saya minta izin buat periksa ya buk"

" Iya dok"

" Lihat di layar sana buk..posisi bayi sudah bagus namun Bayi nya  kekurangan oksigen saya sarankan untuk ibu
Minum  air dingin atau mengonsumsi makanan yang manis buk, istirahat yang cukup dan jangan banyak pikiran, hal seperti  ini banyak saya jumpai jadi ibu jangan khawatir" Aluna bernafas lega dan mengiyakan ucapan dokter bagas.

Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang