" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya.
" Terus kenapa toh nduk??"
" Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
Halo kakak² semuanya Gendis balik lagi nih 😫🥰 Jangan lupa like dan komen 💖 Untuk cerita baru yang satu nya bakal up besok ✨ Aca masih mau kenal kalian semuanya boleh kan? Hehehehe temenan di Wa boleh kali ah😁🤏
" Ayah elana endis endak muat Agi" Jerit Gendis keluar dari kamar yang hanya memakai kaos kutang membawa celana pendek yang di beli oleh aluna beberapa Minggu lalu ternyata tidak muat padahal celana itu pernah gendis pakai sekali namun saat ingin mencoba nya lagi celana itu hanya sampai di paha saja. Pram yang sibuk dengan layar leptop nya sedikit membenarkan letak kacamatanya dan melihat gendis.
" Celana lama?" Tanya Pram pada Gendis yang menggeleng, gendis melangkah mendekati Pram.
"Ini elana alu, balu endis pakai catu kali, tapi endak muat lagi" Ujar Gendis sedih menatap nanar celana nya itu. Pram yang tidak ambil pusing ia mengecup pipi gembul gendis dan berucap
"Pakai yang muat saja nduk, kasihan lemak mu iki kalau di paksa untuk kempes biar muat" Ujar Pram. Niat Pram yang bercanda malah membuat gendis murung dan menampilkan wajah yang sebentar lagi akan menangis
" Endis di ejek Ama Keyla atanya endis kayak itan buntel huaaaaaaaaa " Tangis Gendis Akhirnya Pecah mengingat perkataan teman sebaya saat bermain dikubangan got dan gendis tidak bisa naik setelah ia berhasil turun, bahkan kayla dan Siti tidak bisa mengangkat gendis dari dalam got dan berakhir di bantu warga dan kayla tidak sengaja berucap gendis seperti ikan buntal yang bulat saat berhasil digendong keluar dari dalam got Oleh warga yang kebetulan melintas.
" Itan buntel jelek kayak balon endis endak uka huaaaaaaaaa" Suara melengking gendis mampu membuat Pram meringis akhirnya ia menggeser leptop nya dan memangku Gendis yang menolak untuk di pangku.
" Endis endak uka ayah, ayah kayak keyla ejekin endis" Ujar Gendis kesal memukul lengan Pram yang tidak tertutup apa apa dengan brutal. Pram meringis menahan tubuh gendis yang bergerak kesana-kemari agar tidak terjatuh.
" Aduh iya - iya ayah' Minta maaf,duh sudah toh nduk," Ujar Pram kesakitan karena gendis mencubit paha nya
" Yo wes nanti ayah beli in celana baru buat Gendis sekalian baju nya oke" gendis menggeleng dengan wajah yang merah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Endis au kulus ial bica lali kenceng telus endak di ejek Agi" Ujar Gendis terbata bata Yang ditahan dengan segukan kecil perut nya yang buncit ikut naik turun sesuai dengan tarikan nafas gendis yang tidak teratur membuat Pram terkekeh kecil.
( Mana bisa kurus kalau kerjaan gendis iku makan dan rebahan) Ujar Pram dalam hati
" Yo wes nanti ayah bantu proses diet nya, sekarang pake celana gih malu diliatin orang" Ujar Pram Mengendong gendis masuk kedalam kamar namun baru beberapa langkah