"Yeri...." Nafas hangat Jimin menyapa wajah Yeri yang dingin dan menyadarkannya kembali.
Yeri menggeleng dengan dua mata yang sama-sama saling menatap.
"Aku boleh melakukannya lagi?" tanya Jimin dengan suara yang semakin rendah dan menatap mata da...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yeri menatap tak percaya pada sosok yang sekarang ini sedang bersandar di dinding depan pintu unit apartemennya. Alisnya tersentak bersama-sama tepat ketika dirinya membuka pintu.
"Morning," suara lembut disertai senyuman manis itu menyapa Yeri. Dua matanya bahkan menyipit menyebabkan Yeri berusaha keras menahan rasa gemasnya.
Beruntung sekali gadis cantik ini paginya disapa pria tampan. Namun Yeri harus menahan senyumnya. Kembali tersadar akan keberadaan seseorang yang sedang menatapnya, Yeri menetralkan ekspresinya.
Menelan liurnya dengan susah payah Yeri menjawab, "Jimin? Ada apa?"
Lagi-lagi matanya menyipit karena tersenyum menanggapi pertanyaan Yeri. "Apa kau tidak membaca pesanku semalam?"
Yeri mengangkat ponselnya yang saat ini sedang terhubung dengan powerbank. Ooh rupanya sedang mengisi daya. "Ponselku mati dan aku baru tau pagi ini."
"Aku mengajakmu berangkat bersama pagi ini."
Singkat, tapi membuat Yeri kalang kabut menjaga detak jantungnya. Benar-benar kejutan di pagi hari. Rasanya ingin berteriak senang dan melompat saja ke arah Jimin.
"Ehemm," sedikit berdehem Yeri dengan tingkah manisnya, "Baiklah, ayo berangkat."
Karena gugup dan sepertinya terlalu senang, Yeri tak sadar sudah berjalan mendahului Jimin. Langkah yang sangat cepat dan buru-buru.
Berjalan di belakang Yeri, Jimin menahan tawanya.
Menggemaskan.
"Yeri, sudah ada tujuan mau kemana kita nanti malam?" tanya Jimin seraya tangannya bergerak menyalakan lagu di dalam mobil sebelum menurunkan rem tangan dan membawa mobil menuju jalanan yang sudah mulai padat.
Yeri baru saja menyalakan ponselnya, menoleh ke arah Jimin. Memandangnya beberapa detik kemudian alisnya bertaut, "Nanti malam?" tanya Yeri.
Jimin mengangguk. "Kan minggu lalu sudah janji mau pergi jalan-jalan lagi."
Aah, bisa-bisanya Yeri lupa.
Detik berikutnya mulut Yeri membentuk huruf O, membuat Jimin tak tahan untuk tidak menyentuh wajah Yeri.
"Aaw!" rintih Yeri karena Jimin mencubit pipinya.
"Jadi, mau kemana nanti malam?" Jimin mengulang pertanyaannya. Menoleh sebentar ke arah Yeri yang juga sedang menatapnya kemudian segera mengalihkan pandangannya lagi.
"Minta waktu sebentar yaa. Harus berpikir dulu mau kemana," jawab Yeri. "Aku harus benar-benar memilih tempat yang bagus.