3. Achieved (21+)

76.1K 636 11
                                        


Ada adegan dewasa di akhir bab ini.
Untuk permulaan, aku membuatnya tidak terlalu liar dan panas.
Aku peringatkan, cerita ini memang banyak adegan dewasa. Baru bab 3 saja sudah muncul lambang 21+.

 Baru bab 3 saja sudah muncul lambang 21+

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Melihat seringai licik Ethan membuat Olivia merasa tidak nyaman dan curiga. Ia juga sedikit menyesal karena sudah ikut campur urusan percintaan Ethan dan Valery.

"Syarat apa?"

"Tidurlah denganku malam ini sebelum aku berhasil meniduri kekasihku," jawab Ethan mengundang suara gebrakan meja.

"APA?!"

Ia meletakkan jari telunjuknya di depan bibir agar Olivia tak berisik. "Ssh ... Hanya malam ini."

"Jika aku tidak mau?"

"Aku akan memaksamu."

"Bedebah," umpat Olivia yang justru membuat Ethan tertawa karena terlalu sering mendengar umpatan terlontar dari bibir ranum itu di hari ini.

"Kau menolakku atau tidak, aku tetap akan menidurimu malam ini."

Malam ini? Itu tandanya Olivia tidak bisa kabur karena sudah masuk kandang singa. Andai saja Ethan mau melakukannya di lain hari, maka ia bisa menghindar nantinya.

"Jadi bagaimana?" tanya Ethan dengan mengangkat sebelah alisnya. "Ingin aku perkosa atau aku tiduri?"

Itu bukanlah tawaran karena tujuannya adalah sama, yaitu tidur bersama.

"Aku tidak mau keduanya. Aku tidak mau tidur denganmu."

"Berarti jawabanmu adalah ingin diperkosa, ya. Bersiaplah, sayang, diperkosa itu menyakitkan." Suara Ethan terdengar mengejek membuat Olivia gemetar kesal.

"T-tapi aku ingin setelah ini hubungan kita berubah—maksudku aku tidak ingin mengenalmu lagi. Kita harus berlagak seperti tidak saling mengenal."

"Kenapa?" tanya Ethan penasaran, namun raut wajahnya menunjukkan ketidaksetujuan.

"Aku tidak mau menjadi selingkuhan, Ethan. Kekasihmu juga akan curiga jika kita masih berinteraksi sementara kita tidak ada masalah."

Ethan terlihat mengangguk-anggukan kepala tanda paham. Namun di dalam hatinya, ia sangat tidak setuju. Olivia cukup pintar memanfaatkan keinginannya agar bisa terlepas darinya untuk selamanya, tapi ia tidak mau melepaskannya semudah itu setelah apa yang perempuan itu lakukan di masa lalu.

"Setuju?"

Suara Olivia membuyarkan lamunannya. Ia melihat sebuah tangan lentik terulur ke arahnya seolah meminta jabat tangan tanda kesepakatan terjadi.

"Aku akan menjawabnya setelah kita tidur bersama," jawabnya membuat alis Olivia menukik tajam.

"Kenapa?"

ScandalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang