15. Inviting the Storm

11.6K 353 3
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Ting tong!

Di sini lah Ethan berada sekarang. Berdiri di depan pintu rumah sambil menekan sebuah bel berharap ada seseorang menyambut kedatangannya. Tidak lama, pintu pun terbuka menampilkan seseorang yang bersangkutan dengannya.

"E-ethan?"

Perempuan di hadapannya terlihat panik dan ketakutan, bahkan berniat kembali menutup pintu sebelum suaranya menginterupsi.

"Kenapa kau terkejut, Olivia?"

"Kenapa kau datang kemari?"

"Tentu saja aku memiliki urusan denganmu."

"Aku mohon, Ethan, jangan berbuat macam-macam di kediaman orang tuaku," ucap Olivia membuat bibir Ethan berkedut tanda menahan tawa.

"Berbuat macam-macam itu contohnya bagaimana, sayang?"

"Ethan!"

Lelaki itu seketika terbahak melihat wajah kesal Olivia seolah melupakan keresahan di dalam dirinya. Ia akui bahwa perempuan itu begitu cantik dan menggemaskan sehingga membuat dunianya berpaling.

"Ini." Ethan segera mengangkat tangannya, menunjukkan sebuah goodie bag tepat di hadapan mata Olivia sehingga menghalangi penglihatan.

"Apa ini?"

"Sesuatu dari ibuku, bukan aku. Jadi, jangan terlalu percaya diri," goda Ethan sambil mencolek pipi Olivia karena gemas.

"I-ibumu?"

"Hari ini dia berulang tahun. Katanya, berikan saja pada seseorang yang sudah menemaniku pergi membeli kado. Jadi, terimalah."

"Kalau begitu aku terima, ya." Olivia tanpa sadar menerima goodie bag itu dengan senyuman. "Sampaikan ucapan ulang tahun dan rasa terima kasihku pada ibumu."

"..." Ethan tidak menyahut apa pun karena terlalu fokus menatap Olivia yang kini sedang mengintip isi dari goodie bag. Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya selalu merasa gemas pada perempuan itu seolah apa yang dilakukan berhasil membuatnya merasa geregetan sendiri.

"Antingnya pasti terlihat cocok dengannya. Bisakah nanti kau bertanya apakah dia menyukainya?"

"Kenapa kau tidak bertanya secara langsung padanya?"

"M-maksudmu kau ingin mempertemukan kami?"

"Kalau kau mau," jawab Ethan membuat Olivia bimbang. Perempuan itu merasa dadanya menghangat namun juga merasa takut karena status tak jelas mereka. Ia merasa bukan menjadi musuh Ethan lagi, bukan pula merasa sebagai teman.

ScandalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang