[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Olivia memijat pelan tengkuk Ethan yang sedang sibuk mengeluarkan isi perut. Tidak hanya pagi, di malam hari pun sang suami selalu muntah-muntah efek dari kehamilannya.
Oh, ia merasa kasihan melihat penampilan Ethan yang sekarang terlihat seperti zombie. Couvade syndrome yang dialami suaminya itu memang lebih parah darinya ketika mengandung Anya. Ethan bahkan harus izin tidak masuk bekerja karena tidak kuat mengendalikan hormon kehamilan.
"Lapar tidak? Kau ingin makan sesuatu?" tanyanya yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Ethan. Percuma saja memakan sesuatu namun pada akhirnya akan dikeluarkan setelah beberapa menit masuk perut.
Ethan kini berjalan sempoyongan ke arah ranjang kemudian merebahkan diri karena tubuhnya sudah terlalu lemas. Olivia terlihat mengikuti dan langsung memeluknya ketika sudah berbaring di sampingnya.
"Nenen," rengek manja Olivia sambil menarik kaus yang dikenakan Ethan sehingga menampilkan dada berotot lelaki itu.
Ethan hanya diam mengizinkan, sudah menjadi kebiasaan Olivia mengisap dadanya sejak masa kehamilan. Tidak apa, setelah payudara besar Olivia kelak mengeluarkan ASI, ia akan meminumnya sampai puas sebagai bentuk pembalasan dendam, hahaha.
Ia menatap Olivia yang sedang memejamkan mata dengan mulut bergerak lucu, sibuk mengisap putingnya yang tentu saja tidak akan menghasilkan apa-apa. Gairahnya seketika naik melihat sang istri yang menggemaskan. Namun, sayangnya ia tak bisa melakukan apa pun karena tubuhnya lemas.
Oh, sudah berapa lama mereka tidak melakukan hubungan intim? Setelah menikah, ia sangat disibukkan dengan pekerjaan hingga pulang larut malam dan berakhir jatuh sakit. Sementara kali ini hormon kehamilan menjadi penghalang mereka untuk bersenang-senang.
Ternyata bagian enak dari memiliki anak hanyalah saat proses pembuatannya saja.
"Sayang, jangan hisap puting saja. Coba kau isap bagian bawah juga," ucapnya sambil menyentuh selangkangannya sendiri.
"Hanya mengisapnya saja?"
"Aku tidak kuat jika harus sampai memasukkannya ke dalam sarang. Masih lemas."
Olivia seketika cemberut karena tidak bisa berhubungan intim dengan Ethan. Setelah pernikahan, ia jadi lapar sentuhan karena sering diabaikan. Memang suaminya selalu mengusahakan yang terbaik, tetapi waktunya selalu tidak pas sehingga mereka hanya melakukan seks kilat. Ia butuh durasi panjang saat ini. Sang bayi sedang merindukan kehadiran ayahnya di dalam sana.
"Jangan cemberut. Sini, cium aku. Aku sangat ingin menciummu," ucap Ethan sambil mencolek dagu sang istri.