[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Di antara hiruk pikuknya sebuah bandara, terlihat seorang lelaki berdiri sendirian menunggu seseorang yang disayangnya tiba. Kini, senyumannya terlihat merekah, tangannya bergerak merentang bersiap memeluk sang kekasih yang menghampirinya.
"Ethan!"
Suara perempuan itu tak hanya mengalihkan perhatian sang kekasih, namun juga mengalihkan perhatian publik.
"Tidak bertemu tiga hari saja sudah membuatku sangat merindukanmu, padahal setiap malam kita selalu melakukan panggilan video," ucap Valerie yang sudah berada di pelukan sang kekasih.
"Aku pun sama," sahut Ethan sambil membantu menggeret koper kemudian celingukan mencari seseorang.
"Di mana ibumu, sayang?"
"Dia tidak ikut pulang bersamaku, jadi kita bisa langsung pergi berkencan sebagai ganti kencan tertunda saat itu."
"Kau tidak ingin beristirahat dulu? Kita memiliki banyak waktu."
"Aku lelah, tapi ... aku ingin menghabiskan waktu denganmu," rengek manja perempuan itu.
"Beristirahatlah, sayang, aku akan menemanimu seharian ini. Kita bisa berkencan nanti sore atau nanti malam."
"Janji, hari ini kau hanya ada untukku?" rengek Valerie sambil mengacungkan jari kelingkingnya yang dibalas oleh Ethan.
"Janji. Aku sudah mengosongkan jadwal hanya untukmu hari ini."
"Yeay!"
Ethan tersenyum sambil mengayunkan tangan yang sedang menggenggam tangan sang kekasih.
"Valerie."
"Ya?"
"Nanti antar aku ke toko perhiasan, ya."
"Toko perhiasan? Kau ada perlu apa di sana?"
"Aku harus mengambil anting pesananku."
"Untuk siapa?" tanya Valerie sedikit terdengar semangat—mungkin lebih ke mengharapkan sesuatu.
"Untuk ibuku."
Mendengar jawaban Ethan, Valerie masih bisa mempertahankan senyumannya di bibirnya, berbanding terbalik dengan perasaan sebenarnya. Ia sedikit merasa kecewa karena sempat berpikir sang kekasih akan memberikan perhiasan untuknya.
"Oh, ibumu sebentar lagi ulang tahun, ya?"
"Iya. Kau mengingatnya?" tanya Ethan terlihat senang yang terpaksa direspons Valerie dengan anggukan kepala.
"Sabtu malam nanti kami akan merayakannya. Kau akan datang, 'kan?"
"Aku harus cek jadwalku dulu. Akan kuberitahu jumat nanti, ya," jawab Valerie membuat senyum Ethan perlahan pudar. Lelaki itu berpikir, selama ini hanya Valerie saja yang jarang bertemu dengan keluarganya dari sekian banyak orang-orang terdekat. Bahkan banyak keluhan yang akan selalu diceritakan setelah sang kekasih bertemu dengan keluarganya.