Prologue

40.7K 811 12
                                        

Buku ini belum dilakukan revisi, jadi mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang berantakan.

Buku ini belum dilakukan revisi, jadi mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang berantakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Siapa yang tidak kenal dengan Ethan Jasper Loen? Pemuda bermarga Loen itu merupakan putra sulung dari pasangan terhormat, Allen dan Zoia.

Selain terkenal karena marga yang disematkan di akhir namanya, ia juga terkenal akan kepintaran dan ketampanannya. Bahkan terkenal sangat berbakti kepada sang ibu tercinta. Diketahui, beberapa medali emas dan piala yang ia sumbangkan selama ini ternyata hanya untuk membanggakan sang ibu.

Selain terkenal dari sisi terangnya, ia juga terkenal dari sisi gelapnya. Ia sempat menjadi perbincangkan publik karena sempat bergabung dengan sebuah geng motor di masa sekolah. Hal itu cukup mencoreng nama baiknya.

Ia juga terkenal sebagai seorang yang pendendam membuat hampir semua orang menganggapnya adalah musuh. Ia tidak suka diusik. Ia akan membalas dendam berkali-kali lipat, tanpa ampun. Peringatan tersebut juga berlaku bagi Olivia Calista Loris, teman sekelasnya di bangku tahun terakhir sekolah menengah atas.

Awalnya hubungan mereka baik-baik saja, hanya sebatas Olivia sebagai ketua kelas dan Ethan sebagai murid yang terkenal pintar—hingga suatu hari perempuan itu salah mengambil langkah, membuatnya harus berurusan dengan seorang Ethan.

Sebagai ketua kelas yang baik, Olivia selalu melaporkan segala perlakuan buruk Ethan kepada pihak sekolah. Untung saja prestasi dan kekuasaan orang tua Ethan sebagai donatur cukup membantu sehingga dirinya tidak berakhir dikeluarkan dari sekolah.

Ethan merasa terancam, Olivia selalu memiliki rahasia gelapnya. Itu membuatnya berpikir bahwa perempuan itu sudah mengibarkan bendera perang padanya.

"Itu Olivia." Jovan menyenggol lengan Ethan yang sedang duduk di sampingnya. Keduanya tanpa sadar mengamati perempuan yang dimaksud sedang memesan makan siang di salah satu stan kafetaria sekolah.

"Semakin lama, Olivia semakin cantik," gumam Jovan menggoda Ethan yang bisa berdecak sebal.

"Daisy mana, ya?" monolog Jovan karena mendapati Olivia hanya berduaan saja dengan Jessica. Hal itu cukup mengundang tanya karena biasanya mereka bertiga selalu bersama.

"Dia sakit," sahut Lucas.

"Dari mana kau tahu?" Jovan menatap Lucas dengan mata memicing tanda curiga.

"..."

"Benar juga, kau sekelas dengan mereka." Jovan menjawab pertanyaannya sendiri sambil menertawakan kebodohannya.

Suasana di meja mereka kembali hening, sampai terdengar kembali suara Jovan yang menyebalkan.

"Hey, Ethan, kenapa kau tidak coba mengajak Olivia berpacaran saja, setelahnya bisa kau tinggalkan." Jovan memberi saran mengenai rencana pembalasan dendam yang mereka bicarakan dari minggu-minggu sebelumnya.

"Kau malah mendukung Ethan berbuat hal yang tidak benar," tegur Darius yang sedari tadi diam mendengarkan. Jovan hanya bisa menyengir kuda melihat kekesalan dari sahabatnya itu.

"Tidak bisa, aku sudah terlalu muak melihat wajahnya. Menjadi teman sekelasnya pun aku sudah frustrasi." Ethan menolak ide dari Jovan.

"Katanya muak, tapi sedari tadi kau terus memandang wajahnya," cibir Lucas membuat Ethan melirik sinis namun tak berani menyangkal.

"Bukannya di pelajaran Biologi kau satu kelompok dengannya? Kenapa kalian tidak berdamai dulu, lalu nanti lanjutkan lagi permusuhannya kalau kalian ingin," cetus Darius. "Satu kelompok dengan musuh itu tidak enak, tahu."

"Wah, pelajaran Biologi materi apa? Bercocok tanam?" goda Jovan diselingi kekehan geli.

Ethan tidak mengindahkan perkataan sahabat-sahabatnya, ia lebih memilih berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Olivia yang sedang menikmati makan siangnya.

Kehadirannya membuat Jessica yang melihatnya segera berdeham memberi kode membuat Olivia yang paham hanya meliriknya sekilas kemudian kembali fokus pada makan siangnya.

Ethan terlihat sudah duduk di hadapan Olivia. Matanya kini melirik nampan makan siang perempuan itu yang berisi ikan panggang dengan daun arugula, pasta saus tomat, salad caprese, baguette dan beberapa buah anggur sebagai buah.

Tanpa sadar Ethan tersenyum licik sambil tangannya bergerak mencoba mengambil ikan panggang milik Olivia untuk dimakannya. Hal tersebut mengundang lirikan maut dari si pemilik makan siang.

"Kenapa? Kesal aku ganggu terus?" Ethan menunjukkan senyum miringnya.

"..."

Lelaki itu memajukan wajahnya, kemudian berbisik tepat di telinga Olivia, "Kau yang memulai duluan, Olivia. Aku kira kau tidak akan berulah lagi setelah peristiwa itu, tapi ternyata kau terus mengibarkan bendera perang hingga kini."

Jarak wajah mereka terlihat sangat dekat hingga bisa merasakan hembusan napas lawan bicaranya menerpa kulit. Pemandangan tersebut cukup membuat salah paham seisi kafetaria yang sekarang terlihat senyum-senyum atau melirik sinis karena cemburu.

Sebenarnya, banyak diantara para murid berusaha menjodohkan Ethan dan Olivia karena mereka yakin kedua sejoli itu saling menyukai. Tak jarang hal tersebut membuat beberapa perempuan yang menyukai Ethan berakhir merundung Olivia karena merasa iri dan cemburu dengan kedekatan keduanya yang sebenarnya jauh dari kata damai.

"Itu lah akibatnya jika kau terus mengusik hidupku, Olivia," ucap Ethan sambil melempar nampan makan siang Olivia hingga menimbulkan suara keras yang menarik perhatian seisi kafetaria.

Sadar menjadi pusat perhatian, Olivia pun melirik sekitar. Ada yang melihatnya dengan tatapan kasihan, bosan, dan marah melihat kelakuan Ethan yang keterlaluan. Hal tersebut membuat rasa kesalnya menguap, tergantikan perasaan malu.

"Awas saja kau, Ethan. Aku akan membalasmu nanti saat kerja kelompok," gerutu Olivia melihat kepergian Ethan dengan tatapan penuh permusuhan.

Jessica yang sedari tadi memperhatikan keduanya hanya bisa menghela napas, merasa lelah akan sikap mereka yang menurutnya kekanak-kanakan.

Ia yakin sampai mereka berdua mati pun balas dendam tidak akan selesai jika salah satu di antaranya tak ada yang mau mengalah.

𓆩☠︎︎𓆪

PROLOGUE

Bab pertama akan menceritakan keduanya yang sudah memasuki masa kuliah.
Siap memasuki cerita mereka yang membara?
Jangan lupa follow Instagram & TikTok aku: @/andreajue_

ScandalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang