[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Siang ini, seorang lelaki muda terlihat duduk sendirian di sebuah kafetaria fakultas di mana kekasihnya menimba ilmu. Matanya yang sedari tadi sibuk menatap ponsel karena bosan, kini terlihat melirik sekitar ketika mendengar suara yang dikenalnya.
Hanya orang itu yang berhasil menarik perhatiannya dari banyaknya orang yang berlalu lalang di sana. Itu bukan kekasihnya yang sedang ia tunggu. Itu adalah seorang perempuan cantik yang sedang sibuk bersenda gurau dengan kedua orang sahabat.
Oh, cantik sekali.
Dirinya yang sudah memiliki kekasih dengan kurang ajar mengagumi sosok perempuan cantik di ujung sana. Matanya dengan jelalatan tak mau lepas dari sosok yang dikenal sebagai musuh abadinya sejak mereka duduk di bangku sekolah.
Olivia versi kuliah memang mantap.
Dirinya yang bahkan dikenal sebagai musuh perempuan itu selalu terpukau melihat kecantikan dan keseksiannya di masa kuliah ini. Mungkin karena dulu di masa sekolah selalu memakai seragam, jadinya ia tidak tahu apa yang menarik dari perempuan itu.
Pandangan mereka akhirnya bertemu, namun Olivia langsung memalingkan wajah seolah mengabaikan keberadaannya. Perempuan itu benar-benar menganggap dirinya adalah orang asing sesuai perjanjian mereka seminggu lalu.
"Olivia, ada Ethan," goda salah satu sahabat perempuan itu—Jessica namanya.
"Tidak ingin menyapanya?" Kali ini perempuan bernama Daisy yang bersuara—berusaha menggoda Olivia yang kini terlihat cemberut ketika melihat wajah lelaki yang duduk sendirian di ujung sana.
"Ck, kalian ini."
"Oh, bukankah minggu lalu kau mengunjungi apartemennya, ya? Apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Daisy.
"Dia menyuruhku cuci baju," jawab Olivia dengan malas karena tak mau mengenang kejadian seminggu yang lalu.
"Yang benar saja." Dengan tatapan menyipit, Jessica terlihat tak percaya. "Lihat, Ethan bahkan sama sekali tidak berkedip memandangimu. Jadinya aku tidak percaya dia mengambil kesempatan dalam kesempitan."
"Dari dulu juga dia terpukau akan kecantikan dan keseksianku," ucap Olivia berusaha santai sambil mengibaskan rambut pirang panjangnya.
"Kalian benar-benar tidak melakukan apa-apa di apartemen?"
"Memangnya apa yang kalian harapkan? Dia juga sudah punya kekasih."
"Tidak seru, ah."
Jessica dan Daisy bukan berharap Olivia menjadi perempuan penggoda lelaki yang sudah memiliki pasangan, mereka hanya ingin membuktikan bahwa kedua sejoli itu sebenarnya saling tertarik sudah dari lama.
Tidak hanya Jessica dan Daisy sebenarnya, bahkan ketiga sahabat Ethan pun berpikiran sama sehingga selalu berakhir menggoda kedua sejoli itu. Mereka hanya merasa gemas dengan Ethan dan Olivia yang memiliki gengsi besar dan membuat keduanya tidak sadar akan perasaan masing-masing