[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Kelopak matanya terbuka perlahan kemudian menangkap langit-langit kamar yang terlihat asing. Dirinya segera bangkit dari posisi dengan tiba-tiba, merasa panik setelah tahu bahwa saat ini sedang tidak berada di kamarnya sendiri.
Tangannya kini bergerak cepat menahan selimut untuk menutupi tubuh polosnya, sedangkan matanya melirik sekitar mencoba mengenali perabot kamar yang terlihat familier.
"Sialan," lirihnya ketika mengingat bayangan semalam bersama dengan seorang lelaki yang dibencinya.
Ceklek.
Atensinya kini teralihkan pada suara pintu yang terbuka menampilkan sang pemilik kamar. Tidak sadar ia menggenggam erat selimutnya, takut lelaki di hadapannya tiba-tiba menerjangnya.
"Sialan kau, Ethan! Apa yang sudah kau lakukan padaku?!" hardiknya sebagai sapaan untuk lelaki itu.
"Kau tidak mengingatnya? Padahal kau sendiri yang meminta bantuan untuk memuaskan nafsumu." Ethan terlihat tersenyum miring sambil melipat kedua lengannya.
"Aku tidak percaya padamu!" bohong Olivia karena mencoba mengelak. Ia harap lelaki semalam adalah orang lain walau dirinya tahu bahwa Ethan yang berhasil menidurinya.
"Ya sudah," ucap Ethan sambil mengangkat bahunya tak acuh.
"Kau—sshh ...," ringis Olivia sambil memegang kepalanya. Semalam dirinya mabuk, lalu terbangun dengan tiba-tiba dan langsung merasakan emosi negatif membuat kepalanya menjadi sakit.
"Ayo sarapan dulu, setelah itu minum obat."
Olivia tidak menjawab karena Ethan sudah langsung keluar dari kamar seolah tak peduli pada kondisinya saat ini. Perempuan itu menggeram marah sambil beranjak bangun berniat menyusul karena dirinya memang membutuhkan asupan makanan dan obat. Tidak lucu rasanya jika ia pulang dengan keadaan pusing karena sehabis mabuk-mabukan semalam.
Olivia kini memakan sarapannya dengan khidmat ditemani si Tuan Rumah. Setelahnya, ia meminum obat yang sudah disediakan.
"Kau tidak perlu mengantarku pulang. Jessica yang akan menjemputku," ucap Olivia sambil mendorong piringnya setelah melihat Ethan menghampirinya untuk mencuci piringnya.
"Tidak mau."
"Aku sudah mengatakan pada orang tuaku bahwa semalam aku menginap di rumah Daisy. Bunuh diri namanya jika tiba-tiba aku diantar oleh seorang lelaki."
Ethan terlihat menghela napas, terpaksa menuruti keinginan Olivia setelah mendengar alasannya.
"Omong-omong, tentang semalam ... apa kau yang memberiku obat perangsang?" tanya Olivia membuat Ethan tidak langsung menjawab, justru terbahak karena merasa lucu.