23. Falling for the Forbidden

11.1K 290 4
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Hanya terdengar suara dentingan sendok di sebuah kamar sehingga suasana canggung menyelimuti kedua insan yang ada di dalam ruang tersebut. Suasana yang awalnya canggung berubah menjadi mencekam ketika sebuah suara perempuan mulai terdengar, mencoba menanyakan sesuatu yang sensitif di hubungan keduanya.

"Bagaimana jika Valerie mengetahui hubungan kita?"

Pertanyaan dari Olivia tidak dijawab oleh Ethan, bahkan lirikan mata pun tidak diberikan seolah pertanyaan tersebut dianggap angin berlalu, tak pernah ada. Fokusnya kini hanya mengaduk semangkuk bubur di tangannya sambil menahan kesal karena sudah bosan mendengar pertanyaan itu dari perempuan di hadapannya. Ia tidak butuh diingatkan karena dirinya juga tahu sudah memiliki kekasih.

"Sudah kubilang jangan diaduk," tegur Olivia mengundang dentingan sendok yang kasar dari Ethan. Bahkan wajah lelaki itu berubah masam sepanjang kegiatan menyuapi Olivia sarapan.

"Setelah minum obat, beristirahatlah," ucap Ethan sambil memberikan obat dan segelas air mineral untuk diminum Olivia. Setelahnya, ia membenahi piring dan gelas ke baki lalu beranjak pergi ke arah pintu. Namun, langkah kakinya terhenti ketika sudah sampai di depan pintu yang sudah terbuka sedikit. Tanpa melirik, ia pun mengucapkan sesuatu kepada Olivia.

"Kau tidak perlu memikirkan Valerie, dia tahu bahwa kita tidak memiliki hubungan apa pun. Kau juga pasti mengerti harus bersikap bagaimana di hadapannya, 'kan? Berpura-puralah, maka kita berdua akan aman."

Kalimat itu mengundang goresan di hati Olivia, tak terima Ethan menyampaikan fakta padanya, tak terima bahwa Ethan tak kian menjadi miliknya. Ini memang salah, ia sudah jatuh cinta kepada lelaki yang sudah memiliki kekasih. Namun, tolong jangan salahkan ia sepenuhnya. Sebelumnya ia ingin membuka hati untuk lelaki lain bernama Maxime, namun Ethan sendiri yang menggagalkan aksinya seolah merasa cemburu.

Semuanya sudah terlanjur sekarang, dirinya benar-benar terjebak akan perasaannya sendiri. Jadi ... bolehkah ia membuat Ethan merasakan hal yang sama dengannya? Bolehkah ia merebut Ethan dari Valerie? Sungguh, ia sangat ingin bersikap egois setelah beberapa tahun ini hanya bisa dipermainkan Ethan.

Memikirkan hal tersebut membuat matanya menitikkan air mata, namun ia tak bisa menikmati tangisannya karena pintu kamar kembali terbuka menampilkan Sarah. Ia pun segera menghapus air matanya kemudian segera memasang senyum palsu.

"Ethan sedang sarapan," ucap Sarah memberitahu Olivia agar tak bertanya-tanya tentang keberadaan Ethan.

"Iya," jawab Olivia begitu singkat, tak peduli akan aktivitas dan keberadaan Ethan.

Sarah cukup lama tinggal di kamar sang putri untuk melepas rindu. Mereka sudah menghabiskan waktu tiga puluh menit dengan berbincang santai hingga sebuah suara pintu terbuka menginterupsi kegiatan mereka.

"Apakah kau makan dengan baik, Ethan?" tanya Sarah berbasa-basi kepada lelaki yang memasuki kamar sang putri.

"Makanannya enak, aku makan banyak pagi ini," jawab Ethan begitu ramah seolah suasana hatinya sedang baik.

ScandalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang