[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
60. Uncle & His Niece
Saat ini Ethan dan Olivia sedang berbincang berdua di kamar, sedangkan Anya dibiarkan bersama Erick agar hubungan keduanya semakin dekat. Setidaknya tidak secanggung beberapa saat yang lalu.
"Olivia, kau yakin ingin ikut?" tanya Ethan pada Olivia yang masih terlihat gusar.
"Terpaksa."
"Kalau begitu tidak usah, biar aku pergi diam-diam saja dini hari nanti agar Anya tidak tahu bahwa aku sudah pergi."
"Jangan. Aku tidak kuat jika melihat Anya menangisimu. Dulu aku terpaksa memisahkan kalian karena sangat membenci kehadiranmu."
"Baiklah, kalau begitu kita pulang bersama ke Milan. Aku yakin orang-orang masih belum mengetahui video kita kecuali para alumni dan dosen. Jadi jangan takut dan malu ketika berinteraksi dengan warga yang lain. Setidaknya jangan keluar sendirian, biarkan aku atau salah satu keluargamu menemani."
"Tapi aku masih belum siap bertemu keluargamu, Ethan."
"Tidak usah, sayang. Kau juga harus beradaptasi lagi dengan lingkungan di sana. Perlahan-lahan saja, aku pasti membantumu."
"Terima kasih, Ethan," ucap Olivia dengan senyumnya.
"Jadi boleh aku menciummu?"
Senyum Olivia seketika luntur tergantikan dengan raut skeptis.
"Dasar." Olivia bangkit dari duduknya karena salah tingkah tapi Ethan mencekalnya.
"Jadi diizinkan atau tidak, hm?"
"Tidak."
"Katakan itu dengan menatapku."
"Tidak!"
"Karena kau tidak menatapku, itu artinya kau mengizinkanku, bukan?" Ethan menarik tubuh Olivia sehingga wajah mereka sudah berdekatan sekarang. Bahkan Ethan sudah memiringkan kepala dengan mata yang terpejam bersiap untuk mencium bibir Olivia.
"Hanya kecupan saja," tegur Olivia membuat Ethan membuka matanya.
"Kau masih belum menerimaku?" Terlihat mata Ethan menunjukan kekecewaan walau raut wajah dibuat senormal mungkin.
"Aku takut sebuah ciuman bisa membuat kita hilang kendali. Kau tahu bahwa kita sudah lama tidak melakukannya, 'kan? Kau pasti paham, Ethan."
"Benar juga. Maaf jika aku memaksamu." Dan suasana pun seketika berubah menjadi canggung.
Olivia menyibukkan diri dengan memilih pakaian yang akan dibawanya ke Milan, sedangkan Ethan berniat keluar kamar yang ternyata harus gagal karena sebuah dering ponselnya.
Ethan mengangkat teleponnya sambil bersender pada kosen dengan pandangan ke arah luar. Ia tampak menghela napasnya sambil mendengarkan suara Darius di seberang sana.