[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Isi babnya lumayan banyak, jadi baca dengan pelan-pelan, ya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Tap. Tap. Tap.
Suara dari sebuah pantofel mewah yang mengilap bersih menggema di sebuah lorong rumah sakit sehingga mengundang atensi orang-orang di sana. Indera penglihatan mereka tak mau lepas menatap sang pemilik sepatu seolah terpana akan ketampanan yang abadi namun juga merinding melihat ketidakramahan tercetak di wajah yang tak muda lagi.
Kini, pintu salah satu ruang VIP terdengar dibuka tanpa ketukan membuat dua penghuni terperanjat kaget terutama ketika melihat sang pelaku. Allen terlihat mengamati seisi ruangan kemudian mulai melangkah masuk untuk mengunjungi seorang pasien yang terlihat ketakutan dan kebingungan.
"Tuan Loen," sapa seorang perempuan paruh baya dengan menundukan pandangan sebagai rasa hormat, segan, dan takut.
Ia tak tertarik untuk membalas sapaan itu, dan lebih memilih mendekati pasien yang kini sudah mulai terduduk guna menyambut kedatangannya yang tak terduga. Itu adalah Valerie—perempuan yang sempat menjadi kekasih putranya, sekaligus biang dari masalah yang menimpa putranya saat ini.
"T-tuan Loen ... sebuah kehormatan bisa dikunjungi oleh Anda," ucap Valerie yang tak disahut apa pun oleh Allen. Lelaki paruh baya itu hanya sibuk mencari kursi untuk didudukinya.
Sementara Valerie kini terlihat melirik sang ibu seolah meminta bantuan dan kejelasan, karena setahunya sang ibu yang meminta Ethan untuk datang, namun yang muncul justru seseorang yang ditakuti oleh keluarga mereka.
"Benar, Tuan, itu adalah sebuah kehormatan," sahut ibu dari Valerie. "Tapi, mohon maaf, kami tak bisa menjamu—"
"Tidak perlu. Orang sakit tak seharusnya memberi kepada orang yang sehat. Aku sendiri bahkan tak membawa buah tangan."
Suasana seketika menjadi tegang karena ketidakramahan Allen sebagai penjenguk pasien rumah sakit. Menyadari bahwa lelaki paruh baya itu tak sekedar menjenguk, ibu Valerie pun pamit untuk keluar ruangan niat memberikan ruang berbicara untuk Allen dan putrinya.
"Katanya kau mengalami kecelakaan beruntun. Kapan kau siuman?" tanya Allen berbasa-basi.
"K-kemarin lusa."
"Hmm." Allen terlihat mengangguk kemudian kembali menatap Valerie dan bertanya, "Kau mengharapkan kedatangan Ethan, ya?"
Valerie rasanya tak bisa bernapas efek aura intimidasi dari pria paruh baya di hadapannya.