61. Lineage

12.2K 335 26
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Olivia melepas masker yang menutupi wajahnya saat melihat sebuah bangunan besar yang tak lain adalah kediaman orang tuanya. Pintu rumah kini terbuka menampilkan Sarah dan Vander—yang sudah kembali ke kota ini beberapa hari lalu—menyambut kepulangannya.

"Aku kira kau berbohong ... ternyata kau benar-benar pulang," ucap Sarah dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa bahagia Olivia sudah mau berdamai dengan kota ini.

"Selamat datang di rumah, putriku," ucap Vander sambil merentangkan tangan gestur ingin memeluk.

"Aku pulang," ucap Olivia sambil menghampiri kedua orang tuanya. Mereka bertiga berakhir berpelukan dan menangis karena pertemuan kali ini sangat berbeda.

"Kenapa mendadak sekali?" tanya Sarah yang tak dijawab Olivia. Perempuan itu lebih memilih menatap Ethan dan Anya yang berada di belakang tubuhnya.

"Aku harus mulai bekerja, Paman, Bunda," jawab Ethan. "Aku harus tinggal di kota ini tapi aku tak bisa meninggalkan mereka."

"Kau berhasil," ucap Vander pelan sambil menepuk pundak Ethan. "Silakan masuk. Kamarnya sudah disiapkan."

"Terima kasih, Paman. Izinkan aku bermalam di sini bersama mereka."

"Tentu saja. Sudah malam juga, tidak baik keluar malam dalam kondisi lelah."

Ethan memang berniat bermalam di kediaman Loris, dan akan menemui keluarganya esok hari hanya bersama Anya.

***

"Wow!" seru Anya ketika melihat sebuah gedung besar di hadapannya. Ia segera menarik tangan Ethan karena tak sabar untuk melihat isi rumah sebesar ini.

Beberapa langkah menuju pintu utama, seorang pelayan lelaki sudah menghadap mereka sambil menyapa, "Selamat pagi, Tuan Ethan."

"Ini putriku." Ethan memperkenalkan Anya, lebih tepatnya menegur si pelayan agar menyapa anaknya juga.

"Selamat pagi, Nona Muda."

"Papa, dia siapa?"

"Pelayan rumah ini, sama seperti Ling di rumah Grandpa."

"Kenapa dia memakai seragam?"

"Untuk menunjukkan keprofesionalan dan sebagai pembeda dengan si pemilik rumah. Juga ... agar higienis. Sayang sekali kalau pakaian mereka kotor, 'kan? Di sini pekerjaannya lebih berat daripada di rumah Grandpa." Ethan menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang