22. Cruel Affection

10K 338 0
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Kepergian Darius meninggalkan Ethan bersama sepasang ibu dan anak di ruang tamu itu. Karena waktu sudah terbilang larut malam, ia pun menawarkan untuk membantu mengantar Olivia ke kamar yang langsung disetujui oleh Sarah.

"Bunda, jangan mengkhawatirkanku. Kau juga harus beristirahat," ucap Olivia sambil menyentuh sebelah pipi ibunya.

"Tapi—"

"Aku mohon jangan terlalu memikirkanku."

Wanita paruh baya itu pun terpaksa mengangguk kemudian melirik Ethan yang sedang memainkan ponsel karena mendapat puluhan pesan dan riwayat panggilan dari sang kekasih.

"Ethan, kau bebas memilih kamar tamu yang mana. Semua selalu dibersihkan di pagi hari. Atau kalau kau ingin ...." Sarah melirik ke arah Olivia sebelum melanjutkan kalimatnya. "Kau bisa tidur di sini."

Ethan dan Olivia seketika tersipu malu dan salah tingkah hingga membuat salah satunya segera mengalihkan topik pembicaraan.

"Maukah kau mengantar ibuku ke kamar?" tanya Olivia kepada Ethan melihat sang ibu sudah mulai beranjak dari posisinya.

"Tentu saja. Baru saja aku mau menawarkan," jawab Ethan dengan antusias dan ramah.

"Jangan terlalu berlebihan. Fisikku masih sehat, Olivia."

Sarah pun keluar meninggalkan Ethan dan Olivia berduaan saja dalam suasana yang entah kenapa menjadi canggung.

"Aku izin meminjam kamar mandimu," ucap Ethan setelah dirinya menonaktifkan ponsel agar sang kekasih tak bisa menghubungi.

Setelah membersihkan diri, Ethan keluar dari kamar mandi sambil membawa semangkuk air hangat dan handuk untuk membersihkan tubuh Olivia. Ia melakukannya dengan telaten khawatir membuat si empunya kesakitan.

"Sudah selesai," ucap Ethan sambil menyimpan handuk kecil ke dalam mangkuk berisikan air yang mulai mendingin. Setelahnya, ia mengangkat alis saat mendapati Olivia menatapnya tanpa berkedip.

"Kenapa?"

"T-tidak apa," jawab Olivia salah tingkah karena Ethan sudah memergoki aksinya.

"Kamur tamu itu di sebelah mana? Aku takutnya nanti salah masuk kamar."

"Di sini saja."

"Apa?" Ethan tentu terkejut mendengar Olivia menawarkan tidur di kamar perempuan itu.

"Kenapa?"

"Oh—ehm ... kalau begitu di mana kasur lantainya? Tidak ada di sofa di sini." tanya Ethan yang malah dibalas oleh Olivia dengan menepuk-nepuk lahan kosong di sampingnya.

"Maksudmu, aku tidur di sampingmu? Kita tidur satu ranjang?" tanya Ethan tak percaya yang dibalas Olivia dengan anggukan kepala ringan.

"Ya sudah, kalau tidak mau."

ScandalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang