[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Hai, guys, aku minta bantuan. Barangkali kalian nemu cerita yang mirip (dalam artian plagiat) entah di platform mana pun itu, kalian bisa DM aku di Instagram andreajue_, ya. Terima kasih.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Sebelumnya, Ethan dan Olivia terlihat berjalan cepat di sebuah pusat perbelanjaan seolah ada yang mengejar. Kini, mereka mulai melambatkan langkah ketika merasa terbebas dari radar penglihatan seorang remaja lelaki bernama Erick.
Keduanya berakhir canggung setelah mendapati tangan yang saling menggenggam sedari tadi. Refleks, mereka melepaskan genggaman kemudian melirik sekitar karena salah tingkah.
"Ikuti aku." Ethan tanpa sadar kembali menggenggam tangan Olivia, mengajaknya untuk memasuki sebuah toko setelah ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, yaitu sebuah manekin mengenakan lingerie.
Olivia yang hanya bisa mengikuti Ethan, seketika merasa malu setelah menyadari di mana dirinya berada saat ini. Ia sesekali berbisik pelan mengajak pulang, namun lelaki di sampingnya terlihat sibuk dengan dua potong lingerie yang terpajang.
Ethan melirik bergantian ke arah Olivia dan dua buah lingerie itu, mencoba mencocokkan ... mencoba membayangkan kain itu menempel di tubuh Olivia.
"Menurutmu, mana yang lebih cocok dengannya?" tanya lelaki itu pada salah satu pegawai perempuan yang sedari tadi menemani mereka.
"Hmm, keduanya terlihat cocok untuk kekasih Anda. Bagaimana jika dicoba terlebih dahulu?"
"Cobalah, Olivia," titah Ethan sambil menyerahkan kedua lingerie itu.
"Kenapa harus aku yang memakainya?" bisik Olivia agar tidak terdengar oleh si karyawan toko.
"Karena itu memang untukmu, sayang. Aku berniat membelinya untuk dinas malam kita," bisik Ethan lalu setelahnya menggigit bibir sambil mengangkat sebelah alis berusaha menggoda Olivia.
"Menyebalkan," desis Olivia sambil menghentakkan kakinya tanda kesal kemudian segera memasuki sebuah ruang ganti.
"Kau bisa pergi. Jangan sampai ada yang mengganggu kami di ruang ganti itu. Katakan saja rusak atau sedang diperbaiki," ucap Ethan kepada karyawan itu sambil memberikan beberapa lembar uang berjumlah lumayan besar yang langsung diterima oleh karyawan tanpa pikir panjang.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu di ruang ganti membuat Olivia yang sudah setengah telanjang segera menutup asal dadanya dengan baju yang tadi dikenakannya. Ia pun mengintip dari celah pintu yang dibukanya karena ingin melihat siapa gerangan yang dengan berani mengganggu kegiatannya sedang berganti pakaian.
"E-ethan?"
"Sshh ...." Ethan mendorong pintu agar dirinya bisa masuk.
"Apa yang kau lakukan di sini?" bisik Olivia dengan ekspresi cemas membuat Ethan tersenyum kemudian bergerak memeluk dan meremas pantat sehingga terdengar suara pekikan pelan.