[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Hari sudah berganti malam, seorang lelaki paruh baya terlihat memasuki kediamannya sesuai dengan janjinya kepada sang istri untuk pulang dari dinas luar kotanya dengan cepat.
"Aku pulang," sapanya yang langsung disahut oleh sang istri yang sudah menunggunya di sofa.
"Suamiku."
"Di mana putriku?"
"Di kamar. Aku lihat tadi dia sedang sibuk membaca buku," jawab Sarah sambil membantu sang suami melepas jaket.
"Semalam Ethan bermalam di sini, ya?" tanya Vander yang sudah mengetahui kronologi kejadian dari sang istri di telepon tadi pagi.
"Iya, aku sangat berterima kasih padanya," ujar Sarah yang hanya dijawab gumaman oleh sang suami.
"Oh, aku harap putriku masih terjaga sekarang," ucap Vander sambil berjalan menghampiri kamar sang putri. Ia pun mengetuk pintu dengan pelan, kemudian masuk setelah mendengar ada yang menyahut mempersilakan untuk masuk.
"Aku pulang, sayang. Maaf, aku tak bisa pulang dengan cepat. Maaf, aku tak bisa menjagamu," ucap Vander dengan tatapan sendu membuat Olivia yang sedang membaca novel jadi merasa sedih.
"Jangan berbicara seperti itu, Ayah," sahut Olivia sambil menutup buku novelnya. Saat ini ia memfokuskan diri pada sang ayah yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Anakku sudah besar," ucap Vander tiba-tiba sambil mengelus kepala putrinya yang kini terlihat cemberut karena perkataannya.
"Aku dengar Ethan yang menyelamatkanmu semalam, ya?" tanya paruh baya itu yang dijawab dengan anggukan kepala oleh sang putri.
"Dia selalu memperlakukanmu dengan baik?"
"Kadang-kadang," jawab singkat Olivia dengan sedikit ketus membuat lelaki paruh baya itu terkekeh geli.
"Tapi kau menaruh perasaan padanya, 'kan?" tebak Vander membuat detak jantung Olivia berdegup kencang. Perempuan itu tahu bahwa sang ayah bukan hanya menggodanya, tapi menyatakan suatu fakta.
"B-biasa saja." Olivia berusaha berbohong, namun itu adalah hal kentara yang bisa dilihat jelas oleh Vander.
"Kau tidak bisa berbohong, sayang. Matamu sudah menjelaskan semuanya."
"Ayah, apa kau menyukainya?"
"Hmm ...." Cukup lama Vander menjawab karena berusaha merangkai kata agar sang putri tak merasa tersakiti.