[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Sebuah senyuman sedari tadi terus terpatri di wajahnya, membuat lelaki yang mengencaninya juga ikut tersenyum tanda bangga. Hari ini ia merasa sangat bahagia, sungguh—karena ia bisa mengunjungi beberapa tempat impiannya bersama pasangannya.
Dulu, saat berkencan dengan para mantan kekasihnya, ia tidak sempat mengunjungi tempat-tempat tersebut karena berbagai alasan. Ada yang sibuk karena mengikuti sebuah organisasi sehingga tidak memiliki banyak waktu dengannya, ada juga yang tidak satu selera dengannya sehingga tidak mau berkencan ke tempat impiannya.
Ia kini berpikir sesuatu ... bahwa pengalaman baru lagi-lagi ia dapatkan bersama lelaki yang bukan kekasihnya. Seperti kencan hari ini bersama Maxime, atau pengalaman tidur bersama Ethan—cih, kenapa dirinya sempat teringat pada lelaki brengsek itu?
"Kau senang?" tanya Maxime yang langsung disahut oleh Olivia dengan semangat. Saat ini mereka berdua tengah berkunjung ke salah satu restoran ternama di tengah kota, berniat mengisi perut setelah sibuk berjalan-jalan. Namun, keduanya tidak tahu jika ada seseorang menguping pembicaraan mereka dengan wajah yang mengetat karena amarah.
"Terima kasih, Maxime. Hari ini aku sangat, sangat, sangat senang," ucap Olivia dengan volume cukup tinggi, menunjukkan bahwa dirinya memang merasa bahagia.
Mereka kembali memakan kudapan yang tersaji di meja sebagai penutup, diselingi dengan obrolan kecil tentang kencan mereka hari ini. Hingga suatu waktu, tangan Maxime terlihat bergerak untuk menyentuh sudut bibir Olivia karena ada noda es krim di sana.
"Kau ...." Olivia terkejut melihat Maxime menjilat noda es krim itu.
"Seharusnya aku membersihkan bibirmu secara langsung, tanpa perantara jari," ucap Maxime membuat Olivia tersipu malu karena paham apa yang dimaksud oleh lelaki itu.
"Tapi, biasanya kau akan langsung melakukannya tanpa menunggu noda di bibirku."
Maxime dan seseorang yang masih menguping tentu terkejut mendengar godaan Olivia. Keduanya tahu bahwa perempuan itu sedang memberikan kode untuk langsung berciuman tanpa flirting.
"Kau memang sesuatu, hahaha." Maxime terlihat mengusap wajahnya lalu tertawa canggung karena salah tingkah. Setelah berhasil menetralkan perasaannya, ia memberanikan diri untuk menggenggam tangan Olivia. Keberaniannya seketika bertingkat ketika si empunya terlihat tak menolak—justru menerima genggamannya.
Cukup lama mereka berdua hanya saling menatap sambil menggenggam tangan hingga suara Maxime memecah keheningan.
"Olivia, aku tidak tahu apakah ini terlalu cepat atau tidak, tapi aku tidak ingin menyesal karena belum mencobanya."
Lelaki itu mulai memajukan tubuhnya, tidak lupa menatap serius membuat Olivia merasa berdebar. Jika diperhatikan lebih baik, wajah keduanya sama-sama sedang tersipu malu sekarang.