[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Siang ini, tak seperti biasanya Olivia menghadiri perkuliahan dengan tatapan kosong sehingga membuat beberapa orang bertanya tentang keadaannya. Ia hanya bisa tersenyum sebagai jawaban, menahan diri untuk tidak memberitahu siapa pun bahwa alasannya berubah adalah karena video asusilanya bersama Ethan berisiko disebarluaskan.
"Bagaimana, Olivia? Hari ini kau bisa datang ke kafe?"
Suara perempuan yang cukup familier kini menginterupsi kegiatan melamunnya. Ia mendapati perempuan bernama Serena sedang bertanya tentang kesanggupannya bekerja kelompok di sebuah kafe setelah seluruh mata kuliah usai hari ini.
"Tentu saja," jawabnya dengan antusias kemudian melirik teman-teman satu kelompoknya yang tengah berdiskusi.
"Bagaimana jika kita berangkat bersama?" usul salah satu lelaki bernama Silas.
"Ayo. Setelah selesai mata kuliah, kita berkumpul dulu di area parkir fakultas," sahut Selena dengan semangat.
"Kita ... akan naik apa ke sana?" tanya Olivia dengan malu karena tak pernah membawa kendaraan. Ia tidak bisa menyetir mobil atau sepeda motor karena ada sopir, ayah, dan kedua sahabat yang selalu mengantarnya ke mana pun.
"Tidak ada yang membawa mobil di sini, jadi kau denganku saja," jawab lelaki lain bernama Maxime yang sedari tadi diam menyimak.
"Baiklah."
Beberapa jam kemudian, Olivia dan teman kelompoknya sudah berada di tempat tujuan sesuai rencana. Selain terlihat serius mengerjakan tugas kuliah, mereka juga terlihat menikmati waktu dengan berbincang santai sebagai selingan dan memakan kudapan yang dipesan dari kafe tersebut.
"Nghh!" Olivia mengerang sambil menggeliatkan badan, merasa pegal sudah berjam-jam duduk di sana. Mata yang awalnya fokus ke arah laptop kini terlihat melirik sekitar karena merasa jenuh dan lelah.
"Ethan?" lirihnya setelah mendapati keberadaan si empunya nama sedang berkumpul bersama beberapa orang lelaki di ujung sana. Ia seketika menelan kasar ludahnya melihat lelaki itu kini menatapnya tajam tanpa berkedip, entah sejak kapan.
"Bagaimana, Olivia? Bagianmu sudah selesai?"
Maixme yang sedang bertanya padanya membuat atensinya kini teralihkan sepenuhnya pada lelaki itu.
"Oh—ada satu bagian yang belum selesai karena aku kurang paham."
"Mau aku jelaskan bagian ini?" tawar Maxime yang tentu saja diterima oleh Olivia dengan semangat. Selama penjelasan berlangsung, perempuan itu tak mengalihkan pandangan dari mata Maxime yang juga sedang menatapnya dalam.
"Oh, sekarang aku mengerti," ucap Olivia dengan semangat. "Terima kasih, Maxime."
"Sama-sama, Olivia. Kalau kau mau kita bisa bertukar materi. Aku dengar kau menguasai materi yang ini," ucap Maxime sambil menunjukkan layar laptopnya.