9. Burning Inside

15.5K 375 11
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Siang ini, Olivia menghadiri perkuliahan dengan tatapan kosong membuat beberapa orang bertanya tentang keadaannya. Ia hanya bisa tersenyum sebagai jawaban, menahan diri untuk tidak memberitahu siapa pun bahwa alasannya berubah adalah karena video asusilanya bersama Ethan berisiko disebarluaskan.

"Bagaimana, Olivia? Hari ini kau bisa datang ke kafe?" tanya Selena menginterupsi kegiatan Olivia yang sedari tadi melamun.

"Tentu saja," jawabnya sambil kembali memfokuskan diri pada teman-teman satu kelompoknya di mata kuliah Public Relation.

"Bagaimana jika kita berangkat bersama?" usul salah satu lelaki di kelompok tersebut—Jacek namanya.

"Ayo, setelah selesai mata kuliah, kita berkumpul dulu di area parkir fakultas," sahut Selena dengan semangat.

"Kita ... akan naik apa ke sana?" tanya Olivia dengan malu karena tak pernah membawa kendaraan. Ia tidak bisa menyetir mobil atau sepeda motor.

"Tidak ada yang membawa mobil di sini. Jadi, kau denganku saja," sahut Maxime yang sedari tadi hanya diam menyimak.

"Baiklah."

Beberapa jam kemudian. Ketika semua mata kuliah sudah selesai, Olivia dan kelompoknya pun sudah berada di tempat tujuan sesuai rencana. Selain terlihat serius mengerjakan tugas kuliah, mereka juga terlihat menikmati waktu dengan berbincang santai dan memakan kudapan yang dipesan dari kafe tersebut.

"Nghh!" Olivia mengerang sambil menggeliatkan badan karena sudah berjam-jam duduk di sana. Mata yang awalnya  fokus ke arah laptop kini terlihat melirik sekitar karena merasa jenuh.

"Ethan?" lirihnya setelah mendapati keberadaan si empunya nama sedang berkumpul bersama beberapa orang lelaki di ujung sana. Ia seketika menelan kasar ludahnya melihat salah satu dari mereka sama sekali tidak mengalihkan tatapan tajam darinya.

"Bagaimana, Olivia? Bagianmu sudah selesai?" tanya Maxime yang kini terlihat sedang rehat sejenak dari tugasnya.

"Oh—ada satu bagian yang belum selesai karena aku kurang paham."

"Mau aku jelaskan bagian ini?" tawar lelaki itu yang tentu saja diterima oleh Olivia dengan semangat. Selama penjelasan berlangsung, perempuan itu tak mengalihkan pandangan dari mata Maxime yang juga sedang menatapnya dalam.

"Oh, sekarang aku mengerti," ucap Olivia dengan semangat. "Terima kasih, Maxime."

"Sama-sama, Olivia. Kalau kau mau kita bisa bertukar materi. Aku dengar kau menguasai materi yang ini," ucap Maxime sambil menunjukkan layar laptopnya.

"Aku mau," jawab Olivia dengan binaran di mata. Semangatnya sudah kembali hari ini berkat fokusnya pada kerja kelompok.

Mereka berdua tampak asyik berbagi senyum dan diskusi sehingga terlihat begitu serasi di meja tersebut. Kebetulan kelompoknya terdiri dari dua lelaki dan dua perempuan sehingga mereka berempat seperti sedang melakukan kencan ganda. Hal itu yang membuat lelaki di ujung sana terus memperhatikan dengan tatapan tajam.

ScandalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang