28. Jealous

12K 365 8
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

"Game, set, and match: Allen and Barnes."

Suara Emma sang wasit terdengar menggema di lapangan tenis menandakan berakhirnya pertandingan. Olivia terlihat kesal mendengar pengumuman tersebut, berbanding terbalik dengan Ethan yang terlihat santai seolah sudah tahu bahwa timnya akan kalah karena keberadaan sang ayah sebagai lawan.

"Melihatmu marah-marah seperti ini mengingatkanku pada pertemuan pertama kita," celetuk Ethan mengundang delikan tajam dari Olivia.

"Bukan saatnya membahas masa lalu."

"Bagaimana lukamu? Kau sudah sembuh?" tanya Ethan yang masih ingin berbicara dengan si perempuan kesukaannya.

"Kalau tidak sembuh, mana mungkin aku berada di sini," jawab Olivia dengan ketus.

"Bisa jadi karena kau ingin bertemu dengan Paman Dylan atau ... Barnes?"

Mendengar ucapan atau lebih tepatnya sindiran dari Ethan membuat Olivia seketika melotot. Perempuan itu tidak menyangka bahwa Ethan mengetahui bahwa dulu dirinya pernah mengagumi sosok Dylan. Tapi ... apa tadi? Barnes? Apa hubungannya dengan lelaki itu?

"Tidak ada hubungannya. Ayahku memintaku menemaninya bermain tenis," jawab Olivia membuat hati Ethan menjadi lega. Lelaki itu tak bisa menahan kedutan bibirnya kemudian melirik ke arah Olivia karena mendengar suara deheman dari sang empu.

"Omong-omong ... bagaimana dengan lukamu juga? Saat itu kau kecelakaan," tanya Olivia dengan ragu tanpa mau melirik teman mengobrolnya.

"Sudah lumayan membaik. Tidak terlalu parah juga."

"Lain kali berkendaralah hati-hati. Jika kau mengantuk atau banyak pikiran, lebih baik tak usah berkendara saja," ucap Olivia pada akhirnya panjang lebar membuat Ethan tersenyum.

Aku banyak pikiran juga karenamu, Olivia, sahut Ethan yang hanya bisa dipendam dalam hati karena tak ingin membuat perempuan itu besar kepala.

Setelahnya, tak ada obrolan lagi di antara mereka karena keduanya sama-sama fokus menonton pertandingan selanjutnya—hingga tak lama Barnes membuat perhatian mereka teralihkan.

Ethan seketika berdecak kesal dan bangkit dari posisi ketika melihat lelaki itu duduk di samping Olivia. Jaraknya memang dekat, namun masih ada celah untuk Ethan duduk di antaranya agar tak ada yang menyentuh perempuan miliknya.

Olivia yang melihatnya hanya bersikap tak acuh karena tak merasa curiga. Ia menggeser posisi duduknya menjadi di ujung bangku, memberikan tempat untuk Ethan agar bisa duduk berdekatan dengan Barnes.

"Ada apa pihak musuh kemari?" bisik Ethan membuat Barnes tertawa.

"Kenapa kau sekesal itu, Ethan?"

"Karena kau memang menyebalkan."

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang