[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Seorang perempuan cantik berumur dua puluh tahun terlihat tersenyum, menyambut harinya dengan semangat. Rambut panjangnya ia kibaskan tanda menghalangi wajah, kakinya melangkah lebar diikuti gerakan pantatnya yang seksi—sehingga tak jarang menjadi pusat perhatian lelaki dan perempuan di mana pun ia berada.
Tidak lama, senyuman cantik yang sedari tadi menghiasi wajahnya kini terlihat luntur. Perempuan itu merasa tertimpa sial karena kecerobohannya sendiri membuahkan sebuah insiden kecil terjadi di kafetaria kampus hari itu.
Tangannya kini bergerak untuk membersihkan kaus putih lelaki yang terlihat kotor karena tumpahan kopi si empunya.
"Maafkan aku—eh?" Kalimat permintaan maaf perempuan itu terpotong setelah melihat lelaki yang tadi ditabraknya.
"Kau lagi." Suara lelaki yang di hadapannya terdengar tak ramah. "Gunakan matamu, bi*ch!"
Ia refleks menutup mata mendengar umpatan yang dilontarkan padanya. Merasa kesal dan malu karena harus menghadapi peristiwa serupa seperti di masa sekolah dulu.
Ia kini tak lagi percaya bahwa hari-hari selanjutnya akan terasa damai setelah melihat keberadaan lelaki di hadapannya. Ia belum siap merasakan hancurnya kehidupan perkuliahan karena tak sengaja menumpahkan kopi ke baju Ethan—musuh abadinya.
Ia rasanya ingin menangis, menyesal sudah berinisiatif datang ke fakultas di hari libur hanya untuk bertemu kekasihnya.
"Ethan."
Atensi Ethan dan Olivia teralihkan pada asal suara. Si pemilik suara lembut itu terlihat menghampiri kemudian merangkul lengan Ethan seolah berusaha menenangkan.
"Sebentar, sayang, aku sedikit ada urusan dengan si pelacur ini," ucap Ethan pada kekasihnya dengan nada lembut namun terdengar menyakitkan bagi Olivia.
"Kau ...." Olivia terlihat marah hingga wajahnya memerah. "Apa yang kau inginkan?! Aku sudah minta maaf tadi!"
"Aku hanya ingin meminta pertanggungjawaban," ucap Ethan dengan nada rendah sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Olivia.
"Pertanggungjawaban apa lagi? Semuanya sudah adil. Kau kena, aku pun kena," ucap perempuan itu sambil menunjuk area dadanya yang basah terkena kopi.
Kaus ketat putih yang dikenakannya terlihat mencetak tonjolan besar dadanya dengan sempurna sehingga menarik perhatian lelaki normal berusia dua puluh tiga tahun itu.
"Tidak mau tahu, kau harus mencuci bajuku sampai bersih," ucap Ethan setelah berhasil menahan diri untuk tidak terlihat bergairah.
"Sudahlah, Ethan, dia juga tidak sengaja," ucap Valerie—perempuan yang sedari tadi setia memperhatikan drama mereka.