[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Ethan dan Olivia sudah berada di area parkir apartemen. Keduanya kini terlihat menghampiri sebuah mobil mewah yang akan digunakan Ethan untuk mengantar pulang Olivia.
"Orang tuamu tidak akan curiga bahwa kau menginap di tempatku?" tanya Ethan ketika dirinya sudah duduk di bangku kemudi.
"Tidak akan. Lagi pula dari kemarin mereka tidak ada di rumah, maka dari itu aku berniat kencan dengan kekasihku—ralat, mantan kekasih maksudnya," jelas Olivia membuat Ethan merasa lega karena tak harus berurusan dengan Keluarga Loris.
Suasana menjadi sunyi, sedikit canggung. Hanya dalam diri mereka yang berisik—terutama kepala yang terus menunjukkan bayangan semalam. Bayangan ketika Olivia menangis, bayangkan ketika Ethan memaksa, bayangan ketika mereka saling menampar.
"Omong-omong ... aku kaget karena ternyata selama ini kau masih perawan."
Kalimat Ethan seketika membuat Olivia kesal karena teringat dirinya sudah tak perawan. Simbol kesuciannya sudah direnggut paksa.
"Aku yakin kau tidak sepolos itu, Olivia. Semalam kau begitu—"
"Iya, aku memang pernah bermesraan dengan para mantan kekasihku, tapi tidak sampai hilang kendali. Mereka bukan lelaki murahan sepertimu."
"Aku tidak murahan. Nanti juga kau tahu bagaimana sulitnya menahan nafsu, kau akan merindukan sentuhan itu."
Olivia terlihat terdiam sesaat karena mencemaskan hal tersebut. Namun yang bisa ia lakukan untuk saat ini hanya menjawab, "Mudah-mudahan aku bisa menahannya."
Ethan membalas dengan senyuman misterius, kemudian berkata, "Temui saja aku jika kau tidak bisa menahannya. Akan aku bantu dengan senang hati."
"Tidak sudi. Aku harap ini yang pertama dan terakhir kalinya bagi kita."
Ethan sekali lagi tersenyum kemudian fokus melajukan mobilnya. Namun, itu tak berlangsung lama karena dirinya justru berakhir melirik ke arah Olivia sesekali, terpikirkan bahwa perempuan itu mendapatkan perlakuan istimewa darinya sebagai pasangan tidur satu malam.
"Olivia, kau yang paling kuistimewakan. Lihat, aku mengantarmu pulang, kita melakukannya di unit apartemenku, kita bahkan tidur bersama—maksudku tidur yang sebenarnya. Aku dengan mereka bahkan hanya melakukannya beberapa jam, tidak sampai semalaman, tidak sampai dilanjut dengan morning sex."
Olivia seketika melirik sebal karena dirinya terpaksa melakukan semua itu. Kemudian ia menambahkan kata-kata, "Dan aku satu-satunya yang kau perkosa."
"Benar. Tapi ada satu hal yang membuatmu sama dengan mereka."
"Apa itu?" tanya Olivia begitu penasaran.
"Kau sama-sama menikmati permainan, sama-sama ketagihan akan tubuhku."