40.

4.2K 281 0
                                        

Dering ponsel milik Galaxy terus saja berdering, sang empunya ponsel seakan menulikan telinga dengan membiarkan ponselnya terus berbunyi. Galaxy tak berminat sedikitpun untuk mengindahkan Cleopatra yang terus menghubunginya.

Sani
Lo knp sih?
ditelp g diangkat
dichat jg ga d jwb
aneh bgt
bsk gw ke rmh lo ya bawa buah2an
gw ga enak aja lo ketusuk gara2 gw

Galaxy tak sengaja menatap layar ponselnya yang menampilkan notifikasi dari Cleopatra. Jika dahulu mungkin Galaxy akan berantusias mendapatkan pesan dari Cleopatra, namun kini perasaan tersebut telah sirna. Entah kapan itu terjadi, Galaxy pun tak tahu. Perasaan kepada Cleopatra yang dulu sempat bergejolak, kini yang tersisa hanyalah sekadar perasaan belas kasihan. Terlebih fakta mengejutkan bahwa mereka adalah sepasang saudara membuat perasaan Galaxy semakin pudar.

Galaxy termenung ditemani sebotol wine di tepi kolam renang rumahnya. Suasana rumah yang selalu terlihat rapi dan bersih, kini nampak berantakan dan kotor. Serpihan-serpihan kaca dan kepingan barang-barang menghiasi lantai rumahnya. Dirinya tak kuasa menahan amarah, emosi yang selalu bisa dikendalikan kini meluap begitu saja. Alhasil benda-benda di rumah Galaxy menjadi korban pelampiasan.

Sepanjang hidup Galaxy, ia tidak pernah kehilangan kuasa atas dirinya, beliau selalu bisa mengontrol emosi dan pikirannya. Namun sebuah fakta mengejutkan berhasil membuat dirinya kehilangan arah.

Sejak Zidan mengungkap sebuah fakta bahwa Galaxy merupakan anak dari Rudy dan Hanna, cowok itu tak pernah keluar rumah barang sekalipun. Selama 1 Minggu Galaxy berusaha mencerna sesuatu yang diluar nalar pikirannya, selama itu pula Cleopatra terus saja mengirimnya sebuah pesan atau telpon walau beliau tak pernah menjawab.

Ada 1 hal lagi yang membuat Galaxy semakin merasa frustasi, yaitu Barsha yang tak kunjung menghampirinya atau sekadar mengiriminya sebuah pesan. Galaxy merasa seperti kehilangan sesuatu pada dirinya, entah apa itu.

"Argh!!" erang Galaxy dengan mengusap-ngusap kasar wajahnya. Barsha Xavera berhasil menguasai pikirannya dan menendang pikiran tentang kedua keang tuanya. Sekelibat memori tentang Barsha seperti menerjang pikiran Galaxy. Senyuman indah yang selalu terbit pada wajah cewek itu terus terngiang dalam benaknya.

Tak kuasa menahan gemuruh dalam dadanya, lantas Galaxy berusaha menghempas rasa gengsi itu dengan menghubungi Barsha melalui sambungan teleponnya.

Panggilan kelima tak kunjung dijawab, Galaxy semakin dibuat frustasi. Dirinya menutuskan untuk menghampiri Barsha. Sebelum berangkat, dirinya tak lupa mengecek Zenly untuk mencari tahu letak posisi di mana Barsha berada.

Setelah mengetahui keberadaan Barsha, cowok itu langsung bergegas menuju mobil.

Di lain tempat, lamunan mengenai sebuah pesan dari Cleopatra terus saja terngiang dalam benak Barsha. Hal tersebut membuat keinginan Barsha untuk melupakan Galaxy semakin kuat, langkah awal yang ditempuhnya yaitu dengan tidak berinteraksi dengan Galaxy. Ia tahu jika Galaxy sedang dalam masa pengobatan luka di perutnya, namun untuk menghindari perasaannya agar tidak terbit lagi, Barsha memutuskan untuk menjaga jarak dari Galaxy. Terlebih pesan yang disampaikan Cleopatra berhasil menohok hatinya dan membuat ia enggan untuk berusaha kembali menggapai hati Galaxy.

Bukannya ia mudah menyerah, hanya saja ia perlu berhenti ketika pengorbanan dan usaha yang dikakukan tidak mendapatkan sebuah timbal balik.

Barsha termenung di dalam Taxi. Di sampingnya terdapat sebuah koper kecil yang berisi beberapa pakaian untuk 3 hari ke depan. Barsha membutuhkan ruang untuk mengobati hatinya dengan menghabiskan waktu seorang diri di kota lain.

:::0:::

Barsha terjaga tatkala sinar matahari yang merambat melalui jendela menusuk matanya, seolah memaksa agar ia terbangun dari tidurnya.

Gun N' Loves [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang