26.

3.8K 243 2
                                        

Cakrawala sudah sangat gelap, kendaraan yang berlalu lalang perlahan berkurang dan toko-toko sudah mulai tutup. Namun Barsha tetap berdiam diri, tak ada keinginan dalam dirinya untuk beranjak dari tempat.

Jika sesuatu tengah merecoki pikiran Barsha, maka cewek itu akan berdiam diri di depan alfamart seorang diri sambil menatap jalan raya. Bagi Barsha, menatap jalan raya di malam hari adalah hal ternyaman agar dirinya dapat menetralkan suasana hati dan pikirannya yang sedang tidak karuan.

Tanpa Barsha sadari, ada seseorang yang duduk di samping kursinya. Galaxy.

Galaxy menatap jam pada ponselnya yang menunjukan pukul 22.15, cowok itu menghela napasnya. Hari sudah malam, tetapi cewe ini dengan bodohnya malah berdiam di tempat yang sebentar lagi akan dikuasi oleh anak-anak jalanan. Memang Barsha sekarang dalam situasi aman, mengingat Antonio dan Alejandro telah ditahan. Tapi tetap saja, rasa ingin menjaga Barsha masih tertanam pada hatinya.

Galaxy berdehem, membuat Barsha refleks menoleh terhadapnya.

"Galaxy? Dari kapan lo di sini?" Barsha nampak terkejut, sementara Galaxy hanya mengedikkan bahunya untuk merespon Barsha.

"Creepy banget sih lo, dari tadi ngebuntutin gue mulu," Barsha bersuara setelah terjadi hening beberapa saat.

"Yang ini gak sengaja, gue abis dari rumah Gelvin," sahut Galaxy.

"Berarti yang tadi sengaja,"

"Hm,"

"Hm?!" Barsha yang awalnya menatap jalanan, kini memusatkan fokusnya terhadap Galaxy.

"Maaf, gue cuman--,"

"Cuman apa, hah?! cuman apa?" Barsha sewot. "Pake segala lo tonjok Samudra. Orang kita gak bakal ngapa-ngapain, gue suruh dia buat ganti baju, habis itu kita bakal cabut lagi. Kok lo main hakim sendiri aja!"

"Lo deket sama Samudra?" tanya Galaxy.

"Gue lagi marah, lo malah nanyain pertanyaan gak penting. Terus lagian urusannya sama lo apaan? Gak usah kepo deh!" Barsha memutar bola matanya sinis untuk menutupi rasa gugup dalam hatinya. Lucu memang beliau berpura-pura ketus, padahal hatinya menjerit senang dibuat Galaxy.

"Besok sekolah sama gue." ajak Galaxy. "Kalo gak mau yaudah," lanjutnya kemudian sebelum Barsha mengambil keputusan.

"Dih lo ngajak gak ada niat-niatnya. Tapi lagian gue mau berangkat bareng Samudra, lo kurang cepet."

"Yaudah."

Malam itu, Galaxy dan Barsha menghabiskan waktu bersama dalam keheningan yang menyelimuti mereka. Mereka sama-sama berkutat dengan pikiran masing-masing. Namun anehnya, kedua orang itu merasa nyaman walau kebersamaan mereka hanya diselimuti oleh keheningan.

***

Rajawali Otomotif Club atau akrab disebut ROC merupakan klub motor sekolah Rajawali yang sudah berdiri sejak 2009, namun baru disahkan oleh para guru pada tahun 2014. Klub motor ini sama halnya seperti klub motor sekolah lainnya, yang membedakan hanya saja para alumni yang kerap kali ikut terjun mengurusi klub ini.

Galaxy sudah sering diajak untuk masuk klub tersebut, awalnya ia tak minat sedikitpun, namun lama-lama dirinya tergiur juga setelah mengetahui bahwa klub motor itu terlihat solid dan mengasyikan. Terlintas dibenaknya untuk gabung ke dalam klub tersebut, terlebih tujuan dirinya menyamar sebagai seorang murid SMA adalah untuk bersenang-senang sebagaimana remaja pada semestinya. Sehingga hal tersebut memperkuat keinginan Galaxy untuk bergabung ke dalam ROC.

Biasanya siswa-siswa SMA Rajawali baik anggota ROC maupun bukan, sering berkumpul di warung yang letaknya berada di sebrang sekolah, namun menjorok ke belakang dan terhalang oleh tempat les juga ruko-ruko, sehingga keberadaannya tak mencolok dari peredaran para guru. Seperti saat ini, Galaxy menghabiskan waktu belajarnya di warung bersama dengan anak-anak kelas 1 hingga kelas 3 yang kebanyakan merupakan anggota ROC.

Di sebrang sana, terlihat seorang siswa bertubuh besar membawa keresek yang besar pula berisikan dagangan aneka camilan. Setiap anak kelas 11 di SMA Rajawali akan diwarisi untuk berjualan jajanan Bi Iceu oleh kakak kelasnya. Jajanan yang berisikan kentang, keripik, cilok dan usus atau biasa disingkat KKCU itu sudah turun temurun diperdagangkan sejak dahulu.

"Lah masih banyak? Biasanya juga langsung ludes," ucap Gelvin ketika Oze sudah berada di hadapan mereka.

"Gal, beli beli beli. Goceng doang," tawar Oze.

"Gak suka," timpal Galaxy, tak tertarik sedikitpun dengan makanan-makanan tersebut.

"Yaudah gue kasih goceng dua bungkus," Oze kembali menawari KKCU.

"Gak,"

"Yaudah goceng tiga bungkus!" Oze memaksa.

"Gak,"

"Yaudah nih sekeresek lo ambil goceng mau gak, anjing!" pungkas Oze dengan nada tinggi sambil menyodorkan sekeresek KKCU. Kontan hal tersebut mengundang gelak tawa dari siswa-siswa lainnya.

"Jadi gimana, katanya lo mau join ROC," Surya, adalah seorang yang gencar mengajak Galaxy untuk bergabung ke dalam ROC. Ia merupakan siswa kelas 12 yang menjabat sebagai ketua ROC.

"Dua minggu lagi gue ngadain ospek, semua pendaftar yang ikut ospek pasti lolos," lanjut Surya, Pendaftaran untuk menjadi anggota ROC dilakukan setahun sekali, ospeknya diadakan tak lama dari tahun ajaran baru.

"Gue ikut," tak perlu pikir panjang lagi, Galaxy langsung menyetujui ajakan Surya.

Menit-menit berlalu, disela-sela canda gurau yang siswa-siswa itu lemparkan, tanpa sengaja Galaxy menangkap sosok Cleopatra tengah mengendap-ngendap di gerbang sekolah. Nampaknya cewek itu berniat untuk kabur. Pemandangan tersebut seketika membuat Galaxy juga Zico beranjak dari duduknya, berniat hendak membatu Cleopatra.

"Lo mau ke mana?" Zico bertanya yang dijawab oleh kedikan dagu menunjuk Cleopatra di sebrang sana.

"Cle biar gue yang urus. Lo urus Barsha aja," sahut Zico.

"Barsha sama gue," Samudra membuka suara.

Mendengar itu, Galaxy langsung melayangkan tatapan nyalang terhadap Samudra.

"Apaan? Lo mau ngembat dua cewek sekaligus, hah?" Samudra yang paham arti tatapan itu lantas sewot.

"Ciiuman, ciiuman, ciiuman!!!" Surya bersorak sorai sambil menepuk-nepukan tangan, seolah ia adalah supporter yang sedang mendukung temannya lomba kerupuk.

"Apa itu cinta segitiga? cinta segilima ni boss," celetuk Gelvin diakhir tawa.

"Lingkaran setan macam apa ini, njing!" Ezo geleng-geleng kepala takjub.

"Gue join ah biar di ending gak ada yang jomblo," ucap Kevlar.

"Kalo lo join--," Ezo tampak berpikir. "Berarti ada yang homo dong njing. Kan cowok empat, ceweknya cuman dua."

"Gapapa ya kita ngehomo, sayang." Kevlar berucap dengan nada lemah lembut seraya memeluk Samudra

"Ih apaansi anjing! Geli bangsat!" Samudra terkesiap, refleks mendorong jauh Kevlar.

Sementara itu, perang dingin antara Galaxy dan Zico masih berlangsung. Mereka berdua sama-sama melayangkan tatapan nyalang. "Tastingtu aja," ucap Gelvin bermaksud bercanda.

"Oke, yang kalah harus ngalah, deal?" tawar Zico.

"Deal,"

"Eh tolol, gue cuman bercanda," Gelvin menggaruk-garuk kepalanya, heran melihat tingkah laku bodoh kedua temannya itu.

***

TBC

Gun N' Loves [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang