Persetan dengan acara ospek yang sedang diselenggarakan, kini Galaxy berhasil kabur secara sembunyi-bunyi. Jikapun Galaxy tidak dapat bergabung dengan ROC hanya karena dirinya kabur ditengah-tengah acara, beliau tak peduli. Yang terpenting baginya adalah menangkap Axel.
Instingnya mengatakan bahwa Axel sedang dalam perjalanan menuju tempat di mana mangsanya berada. Dan satu-satunya orang yang terlintas dalam benak Galaxy adalah Barsha, beliau sangat yakin jika Barsha adalah mangsa incaran Axel.
Galaxy sudah memperhitungkan sejak awal, ia tak mungkin mengambil langkah ceroboh dengan membiarkan Barsha seorang diri tanpa pengawasan. Sehingga untuk berantisipasi, ia membiarkan Barsha berdiam diri di kediaman cowok itu yang telah teruji aman. Beliau juga meminta Zidan untuk memperkerjakan para anak buahnya agar berjaga di sekitar wilayah Barsha tanpa cewek itu ketahui.
Anggap saja Barsha adalah umpan, sebab Galaxy meminta Barsha untuk menggunggah ke media sosialnya status yang menjelaskan bahwa cewek itu sedang berada di rumah seorang diri. Galaxy pun sudah menyimpan perangkap di rumah Barsha. Bukannya beliau memperalat Barsha, hanya saja itu satu-satunya cara cepat untuk menangkap Axel.
Kendati demikian, keyakinan Galaxy bahwa mangsa yang diincar oleh Axel ialah Barsha tak membuat dirinya hanya terfokus pada 1 rencana. Ada beberapa hal yang Galaxy lakukan, salah satunya adalah menempelkan alat pelacak pada mobil milik Axel.
Galaxy yang sedang mengemudi itu, kini mengotak-ngatik sebuah mesin pelacaknya. Raut ekspresi Galaxy nampak tegang sekaligus terkejut. Tunggu, apa dirinya tak salah lihat? Jika titik lokasi di mana Axel berada adalah sebuah lokasi tempat tinggal Cleopatra.
"Anjiiing!!! Gue kegocek!" sontak Galaxy memukul setirnya. Tak mau membuang waktu, ia segera menancapkan pedal gasnya dengan dalam yang membuat mobil melaju begitu kencang.
"Kalo sampe Sani kenapa-kenapa, abis lo setan!" Galaxy memaki seolah Axel berada di hadapannya.
Perjalanan yang cukup panjang membuat Galaxy kehilangan kontrol, urat-urat bermunculan pada permukaan kulitnya, matanya memerah dan giginya bergelemutuk. Pikirannya tidak dapat berpikir jernih lagi. Setelah tiba di lokasi tujuan yang mana di sana terparkir sebuah mobil milik Axel, amarah Galaxy pun semakin bergejolak.
Amarah yang menguasai jiwa Galaxy tak membuat ia bertindak ceroboh. Galaxy mengendap-ngendap secara diam-diam untuk memasuki kontrakan Cleopatra, dirinya tak lupa membawa sebuah pistol yang sudah dikokang.
Emosi yang membara di jiwanya memuncak ketika melihat Axel yang sedang merobek kaos Cleopatra. Dengan perasaan marah, Galaxy langsung menembak kaki Axel, ia sengaja tak menembak Axel di kepala sebab ia masih ingat dengan pesan Zidan yang menyuruh dirinya untuk membawa Axel hidup-hidup.
"WOY ANJIING!!" Galaxy melangkah cepat menghampiri Axel yang terlihat sedang menahan sakit pada kakinya.
"BERANI-BERANINYA LO SENTUH DIA!" Galaxy merengkuh tubuh Axel, kemudian ia menghajarnya habis-habisan.
Ini pertama kali bagi Cleopatra melihat Galaxy yang sedang mengamuk besar, sampai-sampai ia merasa takut untuk sekedar menatap Galaxy.
Axel yang tak memperkirakan bahwa seseorang akan datang itu sontak terkejut, dengan sisa tenaganya ia berusaha untuk melawan Galaxy yang membabi buta. Meskipun cowok blasteran itu bukan tandingan seorang Galaxy, namun kemamampuannya dalam bertarung janganlah diremehkan. Axel berhasil bangkit dengan menghempas Galaxy sampai-sampai cowok tersebut terhuyung.
"Wow!" Axel menepuk tangannya seolah terpukau, "Baru pertama kali gue didatengin sama pahlawan kesiangan," lanjutnya dengan tersenyum smirk seraya menghapus darah segar yang mengalir di bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gun N' Loves [END]
Teen FictionTeen Fiction X Action Melewati masa-masa remaja dengan monoton adalah suatu hal yang Galaxy sesali di usianya yang telah menginjak 21 tahun. Ketika para remaja 17 tahun bersenang-senang, Galaxy di balik tembok besi sana berlatih tembak runduk. Ketik...
![Gun N' Loves [END]](https://img.wattpad.com/cover/191747045-64-k955410.jpg)