"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
Elara menatap lekat ponselnya. Tubuhnya mulai keringat dingin. Disinilah dirinya, berdebat dengan pikirannya sendiri.
Sebelum mereka pulang sekolah tadi, Devan dan Aditya menariknya secara tiba tiba ke tempat yang lumayan sepi.
Mereka merayu pengen dibikinin bibimbap kayak Nathan juga. Katanya mereka ngiler liat Nathan makan waktu itu.
Tentu saja Elara menolak. Enak aja, dia bukan babu. Tapi setelah disogok pake nomor wa Nathan. Elara langsung setuju. Yakali nolak.
Dan sinilah dirinya, masih bingung pengen chat Nathan tapi takut kalau lelaki itu bertanya dari mana ia mendapatkan nomornya, Elara harus jawab apa? Aditya dan Devan sudah memperingatkan Elara agar tidak memberitahu merekalah yang memberikan nomor Nathan kepadanya.
Elara menggigit jarinya cemas, ah bodo amat. Dia menekan tombol send lalu melempar ponselnya ke kasur. Terlalu takut untuk melihat.
Tapi kenapa Elaea malah jadi penasaran. Udah di read belom ya? Ia mengumpulkan keberanian kemudian bergerak dimana ponselnya tergeletak diatas kasur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"ANJIR UDAH DI READ!" pekiknya gemeteran, deru nafasnya juga melaju.
Elara berlari muterin kamarnya saking takut dan gementar.
TING
Bunyi notifikasi masuk. Elara menarik nafas cukup dalam lalu mengambil ponselnya kembali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.