EXTRA CHAPTER (1)

92.5K 2.9K 26
                                        

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



-

"NEVAN ADIK KAMU MAU TERJUN KE KOLAM!" teriak Elara panik melihat anak perempuannya yang berusia 3 tahun hampir meloncat ke kolam renang lumayan besar itu.

"Jangan teriak-teriak sayang." peringat Nathan sembari mengelus rambut pendek Elara.

"Nat anak kamu mau terjun, bisa-bisanya kamu malah fokus ke aku?!"

Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Memangnya salah?

Nevan membawa adiknya, Elicia ketawa cekikikan digendongan abangnya.

"Anak mama gak boleh gitu ya lain kali. Kalau Cia tenggelem terus gak ada yang liat gimana?" Elara membenarkan rambut Elicia yang berantakan.

Nevan tetap setia bediri tanpa membicarakan apapun. Seperti yang kalian liat, sifat dingin Nathan turun ke Nevan.

Sekarang Elara punya 2 kulkas bejalan. Yeayyyy.

"Nevan sebentar lagi kamu masuk TK milik papa. Walaupun TK tapi papa gak mau kalau nilai kamu buruk. Segalanya harus perfect dari awal. Ngerti kamu?" tegas Nathan langsung dihadiahi tamparan di lengannya.

"Apaansih. Kamu gak boleh galak-galak ke anak aku." Elara membawa Nevan kedalam pangkuannya. Eh sejak kapan Nevan jadi gede begini?

Bukannya dulu kaki Nevan pas-pasan di pangkuannya? Sekarang kaki Nevan udah mijak tanah.

"Anak kamu? Anak kita kalau kamu lupa." Nathan memutar bola matanya malas.

Elara selalu saja memanjakan Nevan. Kalau Elicia ia masih bisa mengerti.

Tapi kalau Nevan? Come on. Nathan ingin mendidik Nevan menjadi pria mental baja seperti dirinya.

"Nevan nanti disekolah jangan nakal ya sayang. Nilai kamu gimana itu gak penting sama sekali. Yang penting kamu have fun and denger omongan guru kamu okay?" nasehat Elara sambil mengusap rambut anaknya itu.

"Ngerti ma."

Nathan mendengus tidak suka. Kenapa tadi nasehatnya gak dibales?! Giliran Elara yang ngomong terus bilang ngerti. Sangat tidak adil.

"Elicia kok dicuekin." rajuk Elicia bersedekap dada.

"Anak papa kok lucu sih?!" nada bicara Nathan langsung berubah sebaik saja ia ngomong bersama putri kesayangannya ini.

"Abang mau cekoyah ya? Cia mau itut juga bicaa?"

"Tahun depan baru giliran Cia, tahun ini abang yang sekolah dulu." jelas Nathan sesekali mengecup gemas pipi Elicia.

POSSESIVE NATHAN (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang