"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
"Ra kamu mau cobain ini?" tanya Nathan. Tapi sama sekali tidak digubris. Nathan pun berputar kebelakang.
Lah kok hilang?
Bukannya Elara ada dibelakang nya tadi? Jantung Nathan berdetak laju. Jangan bilang Elara kesasar? Padahal tempat Nathan sekarang bisa dibilang udah lumayan jauh dari tempat mereka tadi. Apalagi night market ini lumayan ramai.
Nathan segera menelfon Elara.
Teng Teng Teng Tereteng Teng Teng Teng Teng Teng
Nathan merasakan getaran dan bunyi ponsel Elara di sakunya.
Astaga Nathan lupa kalau Elara gak bawa tas dan numpang letak handphonenya di pocket Nathan.
Nathan berusaha tenang, di situasi seperti ini panik hanya memperburuk keadaan. Ia mengambil inisiatif buat memberitahu temennya yang lain untuk membantunya cari Elara.
"Ra kamu dimana sayang..." gumamnya.
-
"Nathan?" Elara melihat sekelilingnya bingung.
Nathan mana? Perasan tadi masih ada didepannya. Kok sekarang hilang?
Ia meraba saku di celananya ingin mengambil handphonenya. Tapi kosong. "Aduh gue lupa hp gue sama Nathan." Elara menepuk jidatnya.
Ah bagaimana ini? Elara takut. Kalau dia diculik terus digoreng kayak serangga yang didepannya ini gimana?
Elara harus diam disini dan tunggu Nathan. Eh atau mending dia cari Nathan saja?
Kalau Elara cuman diem disini sampai Nathan dateng tidak begitu buruk. Tapi kalau Elara terus saja berdiam diri disini nanti ia diculik terus digoreng sama bapak-bapak ini gimana?
Mending cari Nathan pasti lebih cepet.
Elara menatap takut om om yang menjual serangga itu kemudian berlalu pergi. Membuat penjual itu menatapnya aneh. Tu anak kenapa ngeliat gue segitu banget. Pasti itu yang ada difikirannya.
Sudah sekitar 30 menit Elara muter cari Nathan tapi nihil ia gak ketemu juga. Sekarang energi nya sudah habis dan ia capek. Pengen tidur.
Elara memilih untuk duduk di taman yang ada bangku di sekitar market itu. Lebih baik ia istirahat saja sebelum sambung mencari Nathan.
Dan akhirnya Elara terlelap jauh ke alam mimpi ditengah keramaian itu.