21 | NIGHT DRIVE

103K 4K 79
                                        

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


-

"Ra mikirin apa sih?" tanya Nathan sembari menatap kekasihnya itu melalui layar handphonenya. Mereka lagi video call karna Elara yang minta temen karna bosen katanya.

 Mereka lagi video call karna Elara yang minta temen karna bosen katanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku lagi mikir mau beli hadiah apa buat Koi."

Sebentar lagi Koi bakal ultah. Kalian masih inget kan sama Koi? Kucing kesayangan milik Elara.

"Beliin Royal Canin." saran Nathan. Hanya mengikuti kemahuan Elara.

"Royal Canin yang wet food dijadiin cake aja gimana?" tanya Elara.

"Ide bagus." Nathan memuji Elara.

"Emangnya umur Koi berapa?"

Pertanyaan Nathan seketika membuat raut wajah Elara berubah.

"Masa anak sendiri ulang tahun, tapi umurnya gak ditau sih? Males ah." Elara langsung mematikan videocallnya.

Nathan merutuki kebodohannya. Ahhhh dia salah ngomong.

Satu hal yang Nathan ketahui soal Elara semenjak menjalin hubungan bersama. Elara adalah tipikal cewe yang moodyan dan mood swing.

Satu saat ia bisa tertawa dan beberapa detik kemudian bisa nangis sesegukan. Nathan terkadang sedikit kewalahan menghadapi Elara.

Untung sayang.

Nathan mengambil kunci mobil, handphone dan dompetnya. Lebih baik ia ke rumah Elara langsung. Membujuk gadisnya itu depan-depan.

-

TOK TOK TOK

Tidak perlu waktu yang lama, pintu itu terbuka. Menampilkan sosok Elara dengan mata yang sembap. Bahkan rambutnya juga berantakan.

Nathan terkekeh, tangannya langsung menarik kepala Elara, membawa gadis itu dalam dekapannya.

"Cengeng banget sih sayang aku." Nathan mencium lembut pipi Elara yang kerasa lembap, mungkin karna air mata yang terus membasahi pipinya.

"Mama papa kamu mana?" tanya Nathan.

"Thailand..." lirih Elara. Ia sudah biasa ditinggalkan sendirian dirumah mewah dan besar ini. Untung masih ada supir, bibi-bibinya dan satpam yang bisa dibilang pengisi rumah ini. Bayangin kalau cuman Elara sendiri yang ada didalam?

Beberapa hari lalu, Nathan kerumah Elara dan kebetulan ortu Elara lagi ada dirumah. Setelah mengetahui Nathan merupakan anak daripada salah satu perusahaan ternama. Orang tua Elara langsung merestui mereka.

Padahal orang tua Elara sudah siap menjodohkan anak semata wayang mereka itu dengan orang lain. Tapi setelah mengetahui Elara dan Nathan mempunyai hubungan istimewa. Mereka membatalkan niat mereka untuk menjodohkan Elara bahkan menyuruhnya untuk tetap bersama dengan Nathan.

Selama ini ortuny sama sekali tidak pernah memberikan Elara kasih sayang yang cukup. Segala perlengkapan dan kebutuhan Elara sentiasa dipenuhi, tapi jujur Elara gak butuh semua itu. Elara hanya ingin merasakan kasih sayang mereka. Cuman itu...

"Sayang?" Nathan sedikit panik saat tangisan Elara semakin kencang.

"Kangen papa mama hiks..."

Nathan menggepalkan tangannya. Ia tidak habis fikir bagaimana ada orang tua yang membiarkan anaknya membesar sendirian dirumah sebesar ini. Nathan yakin ortu Elara pulang ke rumah hanya sekadar buat nunjukin muka mereka sebentar lalu kembali pergi begitu saja.

Apa mereka lupa masih ada Elara yang perlu perhatian dari mereka?

"Mau night drive bareng aku? Kita keliling kota sambil makan apapun yang kamu mau. Gimana?"

Elara melepaskan pelukannya dan mengangguk. "Mau..."

Nathan tersenyum, tangannya terulur untuk menghapus sisa air mata di pipi Elara.

"Yukk."

-

Mood Elara sedikit membaik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mood Elara sedikit membaik. Tidak sia-sia ia mengejar Nathan kalau tau ternyata Nathan bisa sebucin ini.

Intinya buat kalian yang punya crush yang dingin plus cuek jangan nyerah ya gais! Karna orang yang cuek sekalinya bucin bisa bikin meleleh.

Nathan membantu Elara mengelap tangannya dengan tisu. Setelah itu memberikan kecupan ringan di tangan Elara.

Nathan melirik jam di tangannya, udah jam 11.

Elara tau apa yang dipikirkan oleh Nathan, pasti pria itu mau membawanya pulang karna ini sudah waktunya buat dia tidur.

"Gak mau pulang." rengeknya.

"Besok lagi okay? Sekarang aku hantar kamu pulang."

Elara mendengus sebal. Memutar tubuhnya menghadap jendela, enggan menatap Nathan.

-

"Nat kamu nginep aja ya? Temenin aku. Please..." bujuk Elara.

Nathan bisa saja menginap dan menemani Elara. Tapi apa imannya kuat? Berduaan bersama Elara dikamar.

"Kamu tega tinggalin aku sendirian dirumah?"

"Okay fine. Sekarang kamu tidur." Nathan menutup tubuh mereka dengan selimut. Elara membalikkan badannya dan memeluk erat Nathan.

"Nat aku udah mikiran soal ini, aku bakal ikut kamu ke Canada." ujar Elara.

Nathan langsung melepas pelukan mereka dan menatap Elara tidak percaya. "Serius?" tanyanya.

Elara mengangguk, "Aku gakmau jauh-jauh dari kamu."

Nathan tersenyum, tangannya mengelus lembut pipi Elara lalu mendekatkan wajah mereka. Bibirnya menyentuh lembut bibir Elara, menyalurkan rasa kasih sayang melalui ciuman ini.

Tangannya bergerak mengelus lembut punggung Elara yang terdedah. Perlahan Nathan mulai menaiki tubuh Elara, tangannya menahan berat badannya agar tidak menindih gadisnya itu.

Setelah dirasakan nafas Elara mulai kehabisan, ia melepas ciuman itu. "Kamu yakin? Aku gak bakal maksa kamu. Soal waktu itu, otak aku lagi gak bener makanya aku gak setuju kamu ke London."

"Aku cukup yakin. Mama sama papa juga setuju." jelasnya.

Nathan memeluk erat tubuh Elara. "Makasih. I love you. Sekarang kamu tidur."

"Okay."

POSSESIVE NATHAN (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang