"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Setuju gak kalau aku bikin sequel Dear Elara? Tapi di sequel nya aku bakal fokus ke Elicia, Nevan, Tristan dan Klara. Gimana?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
Seperti yang dijanjikan, malamnya mereka semua berkumpul bersama.
Elara dan Nathan bersama Nevan dan Elicia, Devan dan Zara bersama Klara, Theo dan Karina bersama Tristan.
Aditya dan Adlan? Jangan ditanya, soalnya belum punya anak. Mereka sering tertinggal selangkah dari yang lain.
Yang lain udah pada nikah mereka belum. Giliran sudah nikah, yang lain punya anak eh mereka belum punya.
"Yaampun kapan ya bini gue hamil? Gue juga pengen anak kayak Elicia. Gemes banget anjir." Aditya terus saja memainkan pipi gembul dan rambut lembut Elicia.
Nevan menatap malas Aditya. Awas saja kalau sampai adiknya lecet.
"Lo kurang mantap di ranjang makanya gak punya anak. Kayak gue dong. Liat ni hasilnya." ujar Devan bangga sambil menunjukkan Klara yang berada digendongannya.
Zara menjitak kepala Devan. "Sudah tua tapi kalau ngomong suka sembarangan." ketus Zara tidak suka, masa ngomong kayak gitu depan anak kecil.
Zara kemudian mengambil Klara dari gendongan Devan, lebih baik ia titip Klara sama Tristan, anak Karina dan Theo.
Entah bagaimana Elicia berhasil lepas dari tangan Aditya, gadis kecil itu berlari menuju Nevan yang kebetulan berada di belakang Adlan.
Adlan merentangkan tangannya ingin memeluk Elicia. Namun buru-buru ditolak oleh Nevan.
"Minggir." ketus Nevan lalu memeluk Elicia posesif. Tidak ingin adiknya diganggu.
"Yaelah cil, gue tendang juga lu. Gak bapa gak anak sama aja kelakuannya. Posesif tingkat dewa." omel Adlan.
"Omongin gue?"
"Eh? Nathan. Apa kabar?" tanya Adlan cengengesan tidak menyadari Nathan ternyata ada dibelakangnya.
"Istri lo berdua mana?" tanya Elara.
"Istri gue lagi meeting."
"Istri gue outstation."
"Ooo." Elara beroh ria.
Sudah lama rasanya mereka tidak kumpul bersama. Apalagi sekarang mereka sudah mempunyai pasangan dan anak masing-masing. Jadi waktu buat mereka kumpul berkurang.