"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
"Pokoknya aku mau ikut!"
Nathan berjongkok di depan Elara lalu menggenggam tangan gadisnya yang lagi marah itu. Sedari tadi Elara memaksa pengen ikut ke arena balapan.
Lagi pula Karina dan Zara juga mau ke sana, tapi kenapa Nathan malah gak ijinin.
"Bahaya Ra, disini aja ya bareng Zara sama Karina. Okay?" bujuk Nathan.
Anggota Black Rumble yang lain sedikit shock dan kagum bagaimana leader mereka yang terkenal dengan sikapnya yang dingin dan kejam bisa bertekuk lutut untuk seorang Elara.
Berbeda dengan pasukan inti Black Rumble yang sudah terbiasa akan hal itu.
Mereka masih sabar menunggu Nathan, sudah menjadi aturan kalau ke arena balapan, mereka harus menunggu ketua mereka dulu.
"Eh tapi gue sama Zara mau ke sana." ucap Karina ke Nathan setelah menaiki motor Theo. Begitu juga dengan Zara yang sedari tadi sudah duduk manis di atas motor Devan.
"Tuh kan. Kamu tega tinggalin aku sendirian di markas ini? Kalau aku diculik lagi gimana?" Elara memasang tampang sedihnya. Matanya sedikit berkaca-kaca. Semoga saja Nathan luluh.
"Okay fine." Nathan menyerah. Ia membawa Elara perlahan menaiki motornya.
Setelah itu mereka menuju ke arena balapan dimana sudah dipastikan musuh mereka sedang menanti kehadiran geng Black Rumble.
-
"Lo berdua jagain pacar gue. Kalau lecet gue tandain lu berdua." perintah Nathan ke Zara dan Karina terkesan sedikit mengancam membuat keduanya meneguk liur.
"SIPPP" "SIPPP"
"Jangan keluyuran. Tetep disini ngerti?" Nathan mengecup lembut dahi Elara dan dibalas dengan pelukan oleh Elara.
"Okayyyy."
Setelah itu Nathan kembali bergabung dengan geng nya yang lain. Hari ini geng Marvel bakal balap dengan geng Black Rumble. Untuk malam ini, Adlan yang menjadi wakil balapan malam ini.
Adlan yang kalem dan santai itu jangan diremehkan, sebaik saja Adlan dalam mode balap. Kepantasan nya tidak bisa dipandang rendah.
Zara, Karina dan Elara duduk manis di salah satu cafe di area itu. Mereka masih bisa melihat mereka yang lain dari cafe. Lumayan sambil ngisi perut.