"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
2 TAHUN KEMUDIAN
"Huaaaa Indonesia i'm back." Elara merentang tangannya lebar. Tidak bisa dipungkiri Canada adalah tempat menarik tapi Indonesia tetap di dalam hati.
Suasananya beda, entah kenapa tapi di Indonesia Elara merasa lebih nyaman.
Disampingnya, Nathan memeluk erat pinggang Elara. Kaca matanya dibuka untuk menatap lebih jelas rumah simple tapi terkesan mewah milik mereka.
Rumah yang Nathan beli khusus buat mereka berdua tinggal. Bisa dibilang rumah itu lengkap dengan fasilitas seperti kolam renang, lapangan basket, playground untuk bakal anak mereka nanti dan masih banyak yang lainnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terlalu berlebihan seperti biasa, apalagi rumah itu hanya ada mereka berdua dan beberapa maid.
Tapi Elara dan Nathan yakin sebentar lagi rumah itu gak bakal sunyi karna kepulangan mereka sudah pasti membuat sahabat mereka yang lain bakal sering main ke sana.
"Maid dirumah ini berapa Nat?" tanya Elara mengingat Nathan pernah bilang ia bakal menyewa pembantu.
"5 doang." jawab Nathan singkat, tangannya mengambil alih tas yang dibawa Elara, tidak ingin istrinya lelah.
"Ohh. Satpam nya?"
"4."
Elara mengangguk mengerti. Baru saja Elara ingin ke dapur, tangannya digenggam Nathan.
"Awas kalau kamu berani ngelakuin pekerjaan rumah. Disini udah ada pembantu, kamu gak perlu repot. Aku gak mau kalau kamu sampai kecapean." peringat Nathan panjang.
Giliran ngomel aja ngomongnya lancar. Mau heran tapi Nathan.
"Iya iya. Temenin ke kamar. Aku mau bobok. Capek."