"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
Rasanya pagi ini mood Elara lagi bagus pake banget.
Oh sekadar informasi, Elara sudah menemukan Koi, kucing kesayangannya yang hilang beberapa hari yang lalu.
Ternyata Koi main ke rumah tetangganya. Setelah dianter pulang oleh Aditya waktu itu, tetangganya membawa Koi dan bilang kucingnya keenakan tidur, numpang makan juga.
Sungguh Elara sangat malu waktu itu. Hampir saja dia gak mau ngaku itu kucingnya.
Kembali ke Elara yang saat ini melihat penampilannya sekali lagi sebelum berangkat.
"Koi anakku, mama berangkat ke sekolah dulu ya." Elara menggendong Koi dan memeluk kucing itu erat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Awas kalau kamu keluyuran lagi. Jagain rumah yaaa sayang. Nanti mama beliin royal canin yang banyak." ucap Elara pada Koi yang hanya dibalas dengan "meonggg".
-
"Tumben awal dateng." ujar Zara.
"Mood gue hari ini lagi baik." jawab Elara kemudian meletakkan tasnya di bangku.
"Karina mana?"
"Belum sampe kayaknya."
"Oh yaudah. Gue ke kantin dulu, gak sempet sarapan tadi. Lo mau pesan gak?" tanya Elara.
"Gak deh, gue udah makan tadi." jelas Zara.
"Okayy."
Take my hands now You are the cause my euphoria yee yee yee yee yeyeee oh yeye yeye yeyeeeee euphoria
Elara bernyanyi perlahan, tangannya ia hayunkan ke depan belakang. Sampai matanya berenti ke sosok yang cukup ia kenali.
Seketika senyumannya melebar. Ahh rejeki di pagi hari. Buru buru Elara samperin orang itu.
"Selamat morning calonku." sapa Elara girang. Kepada tidak lain tidak bukan iaitu Nathan.
"Hm."
"Lo mau ke kantin?" tanya Elara. Posisinya Elara lagi jalan sambil tubuhnya dicondongkan kehadapan sambil melihat wajah Nathan. Sayang kan wajah setampan itu gak ditatap.
"Ya"
"Ooo sama dong. Gue bareng lo bisa gak?"
"Terserah." jawab Nathan singkat.
Elara dengan senang hati jalan beriringan dengan Nathan. Tidak peduli dengan tatapan para fans Nathan. Ia dapat merasakan, tatapan iri, tatapan bingung bahkan tatapan membunuh.
Andai saja tatapan bisa membunuh, sudah dipastikan Elara sudah tidak bernyawa sekarang.
"Bu susu hangat satu sama sandwich yaa." pesan Elara lalu menyusul Nathan yang duduk.
"Temen lo yang lain mana?"
"Rooftop."
"Kok gak bareng mereka?"
"Males."
Bener bener dah, Elara bingung Nathan takut emas ketumpahan dari mulutnya atau gimana. Kok bisa ada orang irit bicara seperti itu. Heran.
"Ini ya pesanan kalian." ujar bu kantin sembari meletakkan pesanan mereka berdua.