32 | FARREL

72.1K 3K 3
                                        

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



-

Sungguh Elara benci dengan matematika. Ia tidak akan bisa
mengerti dengan orang yang suka matematika. Soalan nya sama sekali gak masuk akal.

Oleh karna itu Elara diam-diam bolos ke perpus buat tidur dengan alasan mau ke toilet.

Dan disinilah dirinya sekarang, tidur dibawah ac dingin dan suasana sepi tanpa ada yang mengganggu. Nyamannnn.

Tidak sebelum ia merasakan ada yang menepuk pelan bahunya. Membuat Elara mau tidak mau terbangun dari tidurnya dan menatap pria bermuka asing dihadapannya ini.

"Hi." sapa pria itu.

"Eh hi. Ada apa ya?" tanya Elara bingung. Ni cowo siapa dah? Perasan gue gak pernah liat dia di sini. Batinnya.

"Gue Farrel Elard." cowo bernama Farrel itu menghulurkan tangannya mengajak kenalan.

Elara terdiam seketika, kalau huluran tangan itu gak dibales kasian, tapi Elara juga udah janji ke Nathan gak bakal melakukan kontak fisik apapun dengan lelaki lain.

Setelah berkutat dengan fikirannya. Elara akhirnya membalas huluran tangan Farrel tapi hanya 2 detik sebelum ia lepaskan dengan pantas.

"Elara." Elara juga memperkenalkan dirinya singkat.

"Gue anak baru kalau boleh tau kantin dimana ya?" tanya Farrel.

Oalah anak baru ternyata, pantesan Elara merasa mukanya rada asing. "Lo tinggal keluar, jalan lurus and belok kanan."

"Oh makasih. Btw lo kelas berapa?" tanya Farrel. Tangannya perlahan menarik kerusi disamping Elara untuk duduk. Pertanyaan soal kantin tadi sebenarnya hanya basa basi. Ia sudah tau selok belok sekolah ini.

"12." jawab Elara singkat mulai tidak nyaman. Bagaimana kalau Nathan melihatnya berduaan di perpustakaan dengan cowo lain? Bisa habis dia. Eh ralat bisa habis ni cowok ditonjok.

"Oh sama dong. Btw lo mau ke kantin gak? Gue trak-" belum sempat Farrel menghabiskan ucapannya. Zara dan Karina yang terlihat ngos-ngosan masuk ke perpustakaan dan menghampiri mereka berdua.

Ingin rasanya Elara mengucap kata syukur. Akhirnya penyelamatnya dateng.

"Ra huft lo dicari pak Bandit." ucap Karina berusaha mengatur nafasnya.

"Yaelah gue belum puas tidur. Bilang aja gue lagi di uks. Sakit perut. Gue pengen bolos ni hari. Mood gue buat belajar udah gone pergi entah kemana." jelas Elara sembari menghentakkan kaki tidak suka dan meregangkan badannya.

"Gemes banget." batin Farrel, matanya tidak lepas menatap lekat gerak geri Elara. Bisa dibilang Elara sangat persis dengan ideal type nya. Farrel suka cewe yang nakal tapi masih punya sisi keimutannya tersendiri.

"Eh itu siapa Ra?" tanya Zara, tangannya menunjuk Farrel bingung.

"Anak baru." jawab Elara.

"Eh btw dari tadi Nathan gak berenti ngechat. Ni handphone lo." Karina memberikan ponsel Elara.

Astaga Elara lupa bawa handphonenya tadi karna keburu ngantuk. Padahal Nathan itu harus dikabarin setiap 30 menit. Kalau nggak bakal tunangannya itu gak bisa diem dan gelisah.

"Gue boleh minta nomor lo gak?" tanya Farrel setelah melihat Elara memegang handphonennya.

"Eh aduh gimana ya." bingung Elara. Dikasih atau jangan? Kalau dikasi bisa habis dirinya. Nathan sering mengecheck handphonenya.

"Mending jangan. Pawangnya galak." ucap Zara memperingati.

Farrel mengangkat satu alisnya. Pawangnya? Maksudnya Elara ini sudah punya pacar?

"Emangnya kenapa? Kan sebagai temen." jawab Farrel santai. Perlu diketahui Farrel ini seorang yang tidak takut dengan apapun. Kalau ia sudah tertarik dengan orang itu, Farrel bakal usaha sampai dapetinnya.

POSSESIVE NATHAN (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang