"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
"Nathan suapinnnnnnnnn" rengek Klarissa.
Nathan menatap datar sepupunya yang semakin hari semakin ngelunjak. Ia sampai gak punya waktu berduaan bersama Elara.
"Lo cacat? Punya tangan kan?" sinis Nathan tidak suka.
Raut wajah Klarisaa langsung berubah mendengar ucapan Nathan tadi. Apa salah kalau ia cuma mau bemanja? Kan dia sepupu Nathan. Gak salah dong.
"Tapi aku pengennya disuapin..." gumam Klarissa menunduk.
Nathan menarik nafas dalam. "Gue juga punya kehidupan sendiri kalau lo lupa." ucap Nathan mengingatkan.
"Haloo anak anak mama."
Tiffany yang baru pulang menyapa anak dan keponakannya itu.
Adem banget liat mereka akur. Batin Tiffany.
"Tebak mom bawa siapa ke sinii."
Nathan mengangkat satu alisnya. Siapa yang mama nya bawa?
Seakan tau dirinya dipanggil, seseorang itu masuk memperlihatkan dirinya.
"Sayang?"
Giliran Klarissa yang mengernyit kebingungan mendengar panggilan Nathan ke orang itu.
Sayang? Memangnya dia siapa? Klarissa tidak suka. Kenapa Nathan harus memanggil gadis itu begitu!
"Mom tau kamu pasti kangen Elara kan? Maafin mom, gara-gara keinginan mom waktu buat kalian berdua malah gak ada." Tiffany merasa bersalah, bisa-bisanya ia lupa Nathan punya tunangan.
Apa yang ada diotaknya sampai dirinya itu lupa dan malah suruh Nathan menjaga Klarissa.
Sementara rutin harian Tiffany sekadar ke butik miliknya, memantau keadaan disana. Padahal bisa saja ia membawa Klarissa ikut bersamanya dan tidak perlu sampai merepotkan Nathan.
Makanya tadi ia ke rumah Elara, membawa menantunya itu ke rumah mereka. Bahkan sepanjang perjalanan tadi Tiffany menjelaskan semuanya ke Elara.
Elara jadi lega saat tau ternyata Nathan enggak selingkuh seperti yang ia pikirkan.
Ia mulai memahami sikap Nathan beberapa waktu kebelakangan ini. Tunangannya ini sibuk menjaga sepupunya sendiri.
Kenapa gak bilang dari awal coba? Gue kan bisa ngertiin dia. Batin Elara.
Nathan langsung menarik Elara kedalam pelukannya. Semenjak hari dimana Nathan membentak Elara, gadisnya itu sama sekali tidak menjawab panggilan dan membalas chatnya sama sekali.
Membuat Nathan frustasi hampir saja gila. Ditambah Klarissa yang terus-terusan merengek minta ini itu, tidak membiarkannya berjauhan.
"Maafin aku..." lirih Nathan diceruk leher Elara. Menghirup aroma vanilla yang ia rindui.
Elara tersenyum. "Aku maafin. Maafin aku juga karna gak denger penjelasan kamu waktu itu." Elara mengusap rambut Nathan.
"Lo siapa?" tanya Klarissa to the point. Ia muak melihat drama didepannya ini.
Tiffany langsung menjawab. "Klarissa yang sopan ngomongnya sayang. Dia tunangan Nathan."
GEDEBRAKKK
Klarissa menggebrak meja makan dengan kasar.
"KENAPA KLARISSA ENGGAK TAU!" teriaknya.
Elara melepaskan pelukannya. Lah ni cewe kenapa dah? Batinnya.
"Klarissa waktu itu kamu sakit. Memangnya mama papa kamu gak bilang?" bingung Tiffany.
Lagian kenapa keponakannya ini malah emosi?
"KLARISSA ENGGAK SETUJU NATHAN SAMA CEWE GAK JELAS INI!"
"KLARISSA!" kesabaran Nathan sudah habis.
Ia masih terima kalau Klarissa tidak sopan kepadanya walaupun dirinya ini lebih tua dua tahun. Tapi jangan harap Nathan bakal diam membiarkan Klarissa bersikap kasar terhadap Elara.
"Nathan udah gakpapa. Jangan emosi." Elara meletakkan tangannya di dada Nathan, menenangkan pria itu. Apalagi rahang Nathan yang mengeras, menunjukkan bahwa ia lagi emosi.
"Klarissa sayang, tante bawa ke kamar ya?"
Tanpa menunggu Tiffany, Klarissa pergi begitu saja meninggalkan mereka.
Elara menghela nafas. Nathan langsung menangkup wajah Elara dalam tangannya.
Merasakan mereka butuh privacy, Tiffany memberi mereka waktu berduaan. Ia lebih memilih pergi ke kamar miliknya daripada jadi nyamuk.
Bikin kangen aja sama suaminya. Apalagi suaminya itu lagi outstation. Jadi iri...
"I miss you." lirih Nathan.
"I miss you too."
"Ke kamar yuk." Nathan membawa Elara ke kamarnya. Disitu lebih aman. Soal Klarissa, ia bakal ketemu sepupunya itu nanti.
- DIKAMAR -
"Kangennnnnnnnnn" rengek Elara, ia langsung melompat diatas Nathan.
Nathan terkekeh, tangannya dilingkarkan ke pinggang Elara dengan posisi gadis itu diatasnya.
"Btw sepupu kamu itu kayaknya kurang suka deh sama aku."
Nathan hanya menggedikkan bahunya. Ia juga tidak mengerti kenapa Klarissa sampai segitunya tadi.