"Kabarin aku setiap 30 menit."
Elara Livya Larissa, gadis yang membuat pria sedingin kulkas dan secuek Nathan Neo Dilhar luluh.
Mereka adalah definisi she fell first but he fell harder.
(Penggemar minim konflik mari merapat)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
"Lo pakai pelet apa sampai bisa dapetin Nathan?" tanya Anna sinis saat berpapasan dengan Elara yang kebetulan mau ke toilet.
"Kepo?"
Anna Nathania, salah satu fans berat Nathan. Siapapun yang menyukai atau berinteraksi sama Nathan bakal ia bully sampai orang itu menyerah. Berbagai cara bisa ia lakukan asalkan hanya dirinya sendiri yang bisa deket dengan Nathan.
Pernah sekali Anna mengunci salah satu cewe yang naksir sama Nathan dan parahnya lagi Anna juga pernah menyiram kotoran toilet ke cewe yang pernah tolongin Nathan.
"Kalau lo gak jauhin Nathan, gue pastiin lo bakal nyesel." ancam Anna.
"Wuu ngeri, jadi takut." ejek Elara. "Asal lo tau, gue gak pernah takut sama manusia modelan kayak lo. Gue gak selemah orang yang lo bully sebelum ini." sambung Elara. Tangannya menepuk pelan bahu Anna sebelum pergi.
"Ah bangsat, liat aja."
-
"Ra lo pipis atau apa? Lama amat di toilet." ucap Karina karna Elara ke toilet tadi lumayan lama.
"Sekalian eek" jawab Elara santai.
"Gue lagi makan woi." ucap Devan.
"Opps sorry" Elara terkekeh. Ia menatap Nathan yang lagi duduk diam disampingnya.
Sekarang, setiap istirahat. Geng Black Rumble pasti satu meja bareng Elara, Karina dan Zara.
"Nat kamu tau gak, BTS comeback dengan album baru. Yaampun jiwa fangirl aku meronta ronta Nat." curhat Elara ke Nathan.
"Iya tau. Albumnya udah aku pre-orderin buat kamu." jawab Nathan.
"WHAT?!" "APAA?!" Devan juga ikutan teriak.
"Napa lu?" bingung Adlan.
"Nat, gue baru tau lo sepeka ini ternyata?" ucap Devan tidak percaya.
Nathan hanya menatap Devan malas.
Bukankah itu hal wajar? Kadang justru Nathan yang bingung kenapa cowo yang punya pacar enggak peka sama sekali dengan keinginan pacarnya.
Menurut Nathan apapun itu jika bersangkutan dengan gadisnya sebisa mungkin ia usahain tidak peduli sekecil apapun itu.
"Gue sama Aditya mau buat business bareng." jawab Adlan.
"Ohh. Lo Ra?" tanya Zara ke Elara.
Elara termenung seketika, ia belum memikirkan hal itu sama sekali. Nathan juga menantikan jawaban dari Elara.
"Gak tau, tapi gue pengen banget ambil jurusan fashion."
"Eh sama. Tapi kayaknya gue bakal ke London setelah kita lulus." ucap Karina.
"London?" tanya Theo. Ada rasa tidak terima membayangkan Karina bakal jauh darinya.
"Apa perlu gue ke London juga? London kan kota fashion." Elara tampak berfikir.
Nah sekarang giliran Nathan memandang Elara tidak suka. "Kenapa harus London?" tanya nya.
"Nat London itu kota fashion, aku bisa belajar banyak di sana." jelas Elara sembari memegang tangan Nathan.
"Aku gak setuju."
Suasana dimeja itu langsung mencengkam. Apalagi ekspresi Nathan yang dingin.
"Eh gue ke kelas dulu ya, gue lupa ada pr yang belum gue kerjain." pamit Aditya ingin pergi dari suasana yang semakin panas itu.
"Eh erm gue juga." Devan juga buru-buru pergi.
"Ra, gue sama yang lain cabut dulu." pamit Karina sebelum pergi diikuti yang lain.
"Ikut aku." Nathan berdiri lalu menggenggam pergelangan tangan Elara, membawa gadisnya itu ke rooftop.
"Nat, aku disana paling lama cuman 3 tahun." Elara kembali membuka suara.
"Tapi kenapa harus London Ra? Kamu mau kita ldr?"
"Yaampun Nat, mau kita ldr sekali pun kalau kita bisa saling jaga kepercayaan masing-masing juga bisa." Elara tidak habis fikir dengan Nathan.
"Lo gak ngerti Ra, gue gak bisa jauh-jauh dari lo." jujur Nathan tidak terima.
"Kita bisa chatan dan video call kan?"
"GAK BAKAL SAMA ELARA!" emosi Nathan mulai tidak terkawal. Membayangkan Elara yang jauh darinya. Harinya tanpa Elara. Nathan tidak mau.
"Kamu bentak aku?" tanya Elara tidak percaya. Membuat Nathan sedikit gelagapan.
"G-Gak gitu sayang. Maksud aku, aku gakmau kita berjauhan." Nathan menggenggam tangan Elara yang terasa dingin.
"Kamu sendiri habis lulus mau ke mana?" tanya Elara. Tidak mungkin kan Nathan gak bakal sambung? Sedangkan Nathan adalah satu satunya penerus perusahaan Dilhar.
"Canada."
Bolehkah Elara mencubit ginjal Nathan sekarang. BEDANYA APA COBA?! DIA JUGA SENDIRI JAUH.
"Lah? Kamu juga jauh Nat. Gimana sih ceritanya." bingung Elara.
"Ke Canada sama aku." ujar Nathan enteng.
"Nat aku mau nya London, bukan Canada."
Nathan mendengus frustasi. "Terserah." ucap Nathan sebelum meninggalkan Elara.