19 | HANG OUT

104K 4.2K 21
                                        

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-

Mereka menatap serius layar yang menampilkan movie horror dalam pelbagai posisi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mereka menatap serius layar yang menampilkan movie horror dalam pelbagai posisi.

Nathan dan Elara yang hanya berpelukan, sama sekali tidak peduli dengan film itu. Apalagi Elara yang bukanlah penggemar genre horror. Menurutnya action lebih keren.

Sedangkan Theo dan Karina duduk bersampingan ditutupi selimut. Tiada siapa yang tau ternyata dibawah selimut itu mereka saling menggenggam tangan.

Manakala Devan dan Zara yang sibuk berdebat soal karakter di film itu.

Dan akhir sekali... duo jomblo. Aditya dan Adlan yang saling pelukan. Keduanya menatap horror layar itu, seolah-olah hantu bakal keluar kapan saja.

Hari ini adalah hari yang santai dimana mereka kerumah Nathan untuk hang out bareng.

"Kok gedean dada kamu dari aku?" tanya Elara bingung. Ia menatap dada Nathan lalu menatap dadanya, kemudian kembali ke Nathan, terus dadanya lagi.

"Pertanyaan macam apa itu?" hampir saja Nathan ngakak.

Elara duduk diantara paha Nathan dengan posisi menghadap pria itu.

"Nat liat deh, baju Jungkook yang ini keren banget." ucap Elara sembari menunjukkan gambar Jungkook di handphonenya.

"Kamu mau?" tanya Nathan to the point.

Apa itu malu? Elara langsung menggangguk. Ya mau lah. Rezeki gak bagus ditolak.

"Yaudah, add to cart aja. Nanti aku check outin." ucap Nathan, tangannya mengusap lembut pipi Elara. Gadis itu masih saja menatap handphonenya.

"Nat ada makanan gak? Cacing gue minta makan." ucap Devan, tangannya mengusap perutnya.

"Bibi gue pulang kampung, order aja. Gue bayarin."

"SIAP BOS"

Devan tersenyum lebar, ahhh ia pengen makan sushi, pizza, mcdonald. Minum air starbuck bisa juga kali ya? Mumpung Nathan yang bayarin.

Ini nih sejenis manusia yang kalau ditraktir tapi malah gak tau diri. Huft.

"Ngantuk..." rengek Elara. Nathan melihat jam di tangannya yang menunjukkan baru jam 9 malam.

"Bobok sini dulu, makanannya sampai baru aku bangunin." Nathan menarik kelapa Elara untuk bersandar di dadanya. Kemudian Nathan menarik selimut untuk menutupi tubuh Elara.

"Shh shh shh" Nathan menepuk lembut punggung Elara, membantu gadis itu agar tidur nyenyak.

"Theo ini tuh namanya komodo bukan buaya." Karina menunjukkan gambar dua hewan yang berbeda.

"Yaampun sayangku, ini buaya yang ini komodo." jelas Theo gakmau kalah.

"Eh Dit lo liat deh ini komodo yang mana buaya yang mana." Karina menarik Aditya untuk melihat gambar di handphonenya.

"Bukannya ini cicak?"

"Astaghfirullah dahla, males gue." Karina menyerah. Kenapa dia dikelilingi manusia tolol semua.

"Dev ini gak kebanyakan?" tanya Zara sedikit ragu melihat Devan yang memesan makanan yang lumayan banyak.

"Tenang Zar, sebanyak ini gak bakal bikin dompet Nathan kering. Beda cerita kalau gue."

"Yaudah, btw aku mau triple cheeseburger." Zara ikutan memesan.

Setelah menunggu lebih kurang 45 menit. Makanannya udah sampeeeee

"Buset siapa yang mau habisin sebanyak ini?" Aditya menatap semua makanan yang terpampang didepannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Buset siapa yang mau habisin sebanyak ini?" Aditya menatap semua makanan yang terpampang didepannya.

"Tenang, perut gue terbuat dari karet." ujar Devan.

Nathan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Elara. "Sayang bangun, makanannya udah sampai"

"Ih ngantuk..." rengek Elara. Mukanya ia tenggelamkan di ceruk leher Nathan.

Alhasil Nathan terpaksa menggendong Elara seperti koala kearah temen mereka yang lain.

"Anjir si Elara, baru jam segini udah teler." ujar Karina. Tangannya yang gatal menampar bongkong Elara yang kebetulan berada tepat dihadapan wajahnya karna posisi Nathan yang belum duduk.

"Aww." ringis Elara, tangannya mengusap bekas tamparan Karina.

"Kamu kok nampar pantat aku" tuduh Elara.

"Lah apaan. Bukan aku." ucap Nathan tidak terima.

Elara melepaskan lingkaran tangannya di leher Nathan lalu turun dari gendongan pria itu. Mata Elara berbinar ketika menatap makanan yang menggiurkan.

"JALMEOKGESSEUMNIDA"

POSSESIVE NATHAN (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang