"Loh, Soora pulang sama siapa? Daehannya mana?" tanya Jihan heran ketika melihat putri sulungnya masuk kedalam rumah seorang diri. Anak itu baru tiba setelah menghadiri fansign EXO, grup ayahnya sendiri. Tadi dia pergi bersama Daehan diantar Pak Kim, aneh sekali dia kembali sendiri.
"Pulang sama ayah. Daehan masih diluar sama ayah" jelasnya sambil melepas kaus kaki pink yang dikenakannya. "Ibu kok sudah pulang kerja?"
"Ohh" Jihan mengangguk paham. "Iya, ibu kerja cuma sebentar tadi. Soora langsung ganti baju dan cuci tangan ya, ibu mau lihat adikmu dulu. Sudah makan belum? Kalau belum, di dapur ada udang goreng tepung. Eh, ayahmu sudah makan?"
"Iya ibuu" Soora mengangguk patuh. "Ayah belum makan, Soora juga belum"
"Yasudah ganti baju dulu. Nanti ayahnya diajak makan juga ya" kata Jihan sambil berlalu ke teras rumah, sementara Soora langsung melesat ke kamarnya.
"Kok enggak masuk?" tanya Jihan pada Kyungsoo.
Lelaki yang tampak sedang berjongkok dengan putranya di pangkuannya itu mendongak. "Ini, barusan Daehan tersandung, jadi lututnya aku bersihkan dulu" jelasnya sambil mengeringkan lutut Daehan yang basah karena baru saja ia cuci.
"Lain kali hati-hati ya Daehan" ujarnya sambil mengusak rambut Daehan. "Habis ini makan dulu, Soo. Makan sama Soora dan Daehan. Aku ke dalam dulu ya" pamitnya, lalu meninggalkan pasangan ayah dan anak itu.
Setelah Jihan masuk, Kyungsoo dan Daehan ikut masuk ke rumah itu. Soora sudah duduk di meja makan ketika Kyungsoo tiba bersama Daehan. Kyungsoo makan malam bersama kedua anaknya, lalu berpamitan pulang tak lama setelah selesai mencuci piring bekas makannya.
Sepeninggal sang ayah, kedua anak itu duduk di sofa sambil menonton Pororo di televisi. Jihan keluar dari kamarnya, lalu ikut bergabung bersama kedua anaknya meski agak canggung. Ia duduk di samping Soora.
"Bagaimana tadi fansignnya? Seru?" tanya Jihan pada Soora.
"Seruuu!" balasnya dengan excited. Kini perhatiannya sepenuhnya tertuju kepada sang ibu, bukan lagi kepada layar tv di depannya.
"Kamu ngapain aja tadi disana?"
"Tadi Soora kenalan sama samchon-samchon! Tapi mereka enggak tahu kalau Soora anaknya ayah hahahah lucu sekalii. Tadi juga Soora salaman sama mereka semua! Soora juga dikasih cokelat sama Baekhyun samchon, terus diajak foto bareng sama Jongdae samchon" ocehnya penuh semangat.
Jihan tertawa mendengar celotehan anaknya. "Kedengarannya seru sekali. Soora senang?"
"Senaaaang sekali!"
"Kalau gitu sering-sering minta tiket fansign ke ayahmu" Jihan tertawa kecil.
Soora tergelak mendengar ucapan ibunya. "Maunya sih gitu"
"Iya harus gitu. Rugi lah kamu punya ayah idol kalau enggak dimanfaatkan sebaik mungkin" kata Jihan, yang lagi-lagi membuat keduanya tertawa.
"Bu, udang goreng tepung tadi ibu yang masak ya?" tanya Soora setelah tawanya reda.
"Iya, kok Soora tau?"
"Soalnya imo enggak pernah masak udang sama sekali"
"Enak nggak?"
"Enakk! Enak banget bu. Ayah juga bilang enak" wajah Soora tampak berseri-seri.
Jihan tersenyum kalem. "Syukurlah kalau enak. Eh, Daehan, sini" Jihan mengibaskan tangannya, memberi isyarat agar Daehan menghampirinya.
Anak lelaki itu segera turun dari sofa dan menghampiri sang ibu. Jihan mengangkatnya ke pangkuannya. "Daehan tadi makan udang juga?"
"Iyaa" Daehan mengangguk meski matanya tetap fokus ke layar tv.
"Tapi buat Daehan udangnya dipotong-potong ayah jadi kecil-kecil bu" jelas Soora.
Jihan tersenyum. Mantan suaminya itu selalu telaten, seperti biasanya. "Iya, buat Daehan harus dipotong-potong, kalau enggak dia gak bisa makannya" katanya, lalu mencium puncak kepalanya. "Daehan hari ini ngapain aja sama ayah?"
Daehan menoleh menatap ibunya, lalu tersenyum. "Daehan piggy back thama ayah!"
"Di depan banyak orang pula bu" Soora menambahkan.
Jihan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ayahmu enggak ada takutnya"
Soora tertawa. "Terus dia digendong Chanyeol samchon juga" tambahnya.
"Kakak adik sama-sama enggak ada takutnya, memang gak ada bedanya ayahmu sama samchonmu itu" komentar Jihan yang membuat Soora terkikik geli. Jihan kemudian mengelus lutut Daehan yang sedikit lecet. "Ini masih sakit?"
"Nggak" Daehan menggeleng.
"Tadi kenapa jatuh? Daehan lari-lari ya?"
"Iya lali-lali" Daehan mengangguk lucu.
Jihan tertawa, lalu menyingkirkan poni yang menutupi dahi Daehan. Diciumnya ubun-ubun si bungsu. "Makanya lain kali enggak usah lari ya, dan harus lebih berhati-hati"
"Iyaa" Daehan kembali mengangguk.
Malam itu dihabiskan Jihan dengan mendengar seluruh cerita dari kedua anaknya, sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
Fiksi PenggemarKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
