50; gala dinner

47 7 14
                                        

Kyungsoo dan Jihan itu sama-sama public figure, meski mereka bekerja di bidang yang berbeda. Kyungsoo adalah public figure di dunia hiburan, sedangkan Jihan adalah public figure politik. Lalu, apakah keduanya tak pernah bertemu di acara formal sama sekali?

Jawabannya... tentu saja pernah.

Memang, tidak banyak acara yang mengundang artis dan politikus secara bersamaan. Acara penghargaan akhir tahun? Acara penghargaan musik? Atau acara penghargaan televisi semacam Baeksang Award? Acara itu hanya dihadiri aktor-aktris dan penyanyi, politikus tak pernah diundang karena acara itu memang bukan untuk politikus. Acara kenegaraan? Tentunya artis tak pernah diundang. Ini Korea Selatan, bukan Indonesia yang sering mengundang artis di acara-acara kenegaraan. Jadi seharusnya probabilitasnya kecil bagi Kyungsoo dan Jihan untuk bertemu di acara resmi.

Namun nyatanya, mereka pernah bertemu sekali.

Di suatu siang di tahun 2020, Kyungsoo mampir ke rumah Jihan untuk mengecek keadaan Soora dan Daehan. Si kecil Daehan yang baru berusia tujuh bulan sedang tidur siang di kamarnya bersama babysitter-nya. Sementara Soora duduk manis di meja makan, menanti ayahnya yang tengah menata makanan. Senyum tipis terukir di bibir gadis yang sebentar lagi menginjak usia enam tahun itu, matanya tak pernah lepas dari ayahnya. Jam segini tentunya Jihan masih di kantornya, jadi Kyungsoo menyempatkan untuk mengurus anak-anaknya sebentar.

Masakannya kali ini simpel saja, telur gulung, kimchi dan sup rumput laut sesuai permintaan Soora, padahal tak ada yang sedang berulang tahun hari ini. Usai menata makanan di meja, ia meletakkan semangkuk nasi dengan porsi kecil di hadapan Soora, dan satu mangkuk lainnya diletakkan di hadapannya.

"Terima kasih ayah, jal meokgesseumnida" kata Soora sopan sambil tersenyum manis.

Kyungsoo tersenyum kecil, kemudian menyendokkan nasi. "Selamat makan anak ayah" ujarnya, lalu menyuapkan nasi dan sepotong telur gulung ke mulutnya. Soora ikut melahap makanannya. Ruangan seketika sunyi. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan sumpit yang beradu dengan mangkuk. Keduanya sangat menikmati makanan mereka tanpa berbicara.

Setelah beberapa menit sunyi, Kyungsoo akhirnya bersuara. "Sore ini ayah nggak bisa menemani Soora bermain di halaman seperti biasanya. Maafkan ayah ya" kata Kyungsoo penuh penyesalan.

Pada saat itu, Kyungsoo memang jarang berada di rumah Jihan sampai malam. Pria itu selalu pulang kala matahari terbenam, jadi Soora sudah terbiasa menghabiskan malam tanpa ayahnya. Namun biasanya ayahnya sering menemaninya bermain trampoline atau frisbee di halaman belakang.

"Ayah ada pekerjaan ya?" tanya Soora.

Kyungsoo mengangguk pelan. "Iya. Ada acara sampai malam" kata Kyungsoo sambil tersenyum kecut.

"Nggak apa-apa, ayah. Kita kan bisa bermain besok, atau besok lusa" Soora tersenyum.

Dibelainya kepala putri sulungnya yang sebentar lagi genap berusia enam tahun itu. "Ayah janji besok kita bermain seperti biasa lagi."

Setelah selesai makan, Kyungsoo meletakkan seluruh piring kotor di sink. Ia juga merapikan meja makan, sementara Soora sudah langsung pergi ke ruang tengah setelah makan. Setelah selesai merapikan meja makan, Kyungsoo pun pergi ke ruang tengah. Ia berjongkok di hadapan Soora yang tengah mencoret-coret bukunya di sofa dan berpamitan.

Usai berpamitan dan mengecup dahi Soora, Kyungsoo pun pergi.

———

Kyungsoo tiba di sebuah salon di daerah Gangnam. Ia dan Jihwan — asisten sekaligus manajernya — sudah berjanji untuk bertemu disini sebelum pergi ke acara tersebut. Di salon ini, rambut Kyungsoo dirapikan dan wajahnya dipoles make-up tipis.

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang