29; pacar soora

88 9 7
                                        

Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore ketika Soora turun dari kamarnya. Gadis berusia enam belas tahun itu tampak cantik dengan kaus putih dan rok jeans diatas lutut.

"Kakak mau kemana?" tanya Daehan.

"Ayah, aku cantik tidak?" tanya Soora, mengabaikan pertanyaan sang adik.

"Cantik sekali. Tapi kakak mau pergi kemana jam segini?" Kyungsoo yang duduk di sofa bersama Daehan balik bertanya.

Gadis yang mulai beranjak remaja itu nyengir. Cengirannya mirip sang ibu. "Mau main ke Sungai Han"

"Jam segini?" tanya Kyungsoo lagi sambil melirik jam di dinding. "Berarti sampai malam dong?"

"Iya lah, ini saja sudah sore yah" balas Soora.

"Ganti roknya! Jangan pakai yang pendek-pendek kalau sudah malam!" omel Kyungsoo.

"Ah ayaaah" rengek Soora. "Daehaaan, ayahnya nggak seru nih" kini ia minta pertolongan ke adiknya.

Daehan menatap Soora polos sambil membenarkan posisi kacamatanya. "Aku setuju sama ayah sih kak, sebaiknya jangan pakai rok pendek kalau nggak pergi sama ayah"

"Ah kamu sama saja!" ujarnya sebal, lalu gadis itu langsung berlari ke lantai atas.

"Ohoo kamu memang anak ayah!" Kyungsoo tersenyum bangga sambil mengusak rambut anak lelakinya satu-satunya itu. Sementara itu, Soojin tetap asyik dengan buku mewarnainya, mengabaikan segala cekcok di antara kakak dan ayahnya.

Sepuluh menit kemudian, Soora kembali turun mengenakan kaus putih dan jumpsuit jeans panjang. "Sudah puas, ayah? Aku boleh pergi?" tanya Soora dengan nada sebal.

"Hmm bagus. Hati-hati ya, jangan terlalu malam pulangnya" Kyungsoo mengangguk-angguk. Sambil mendengus kesal, Soora langsung menuju rak sepatu dan memakai sepatu putih kesayangannya.

"Soora pergi dulu ya" pamitnya sebelum keluar dari rumah. Usai ayah dan adiknya mengucapkan hati-hati, anak sulung Keluarga Do itu pun keluar.

"Sepertinya kakak punya pacar deh yah" celetuk Daehan tanpa menatap ayahnya. Matanya terfokus pada layar televisi yang menayangkan drama detektif kesukaan ayahnya.

Kyungsoo langsung menoleh. "Kok kamu berpikir begitu? Enggak ah, gak mungkin dia punya pacar"

"Memangnya kakak pernah tanya dia cantik atau tidak sebelum pergi? Baru kali ini kan" ujar Daehan, masih menatap televisi dengan serius. Kyungsoo jadi berpikir keras gara-gara ucapan anak tengahnya itu.

———

Sekarang sudah pukul sembilan. Daehan dan Soojin sudah masuk ke kamar masing-masing karena sudah waktunya tidur, sedangkan Kyungsoo masih duduk di ruang tengah menunggu anak sulungnya pulang.

Meski terlihat tak terlalu peduli, sebetulnya Daehan juga memikirkan kakaknya. Anak lelaki berusia sepuluh tahun itu duduk di atas kasur bersandar ke tembok sambil sesekali melirik keluar jendela. Sambil menghela napas bosan, anak itu mencoret-coret buku gambarnya.

Pukul sembilan lewat lima belas menit, sosok yang ditunggu Daehan itu nampak di ujung mata Daehan. Daehan langsung menoleh, dan ada Soora di ujung jalan. Sesuai dugaan Daehan, kakaknya itu diantar seorang laki-laki. Namun, keduanya berhenti beberapa meter dari gerbang rumah. Setelah melambaikan tangan, Soora langsung berlari ke arah rumah, sementara lelaki itu masih menunggu sampai Soora benar-benar masuk ke dalam rumah. Setelah Soora masuk, barulah lelaki itu pergi.

Sementara itu, di bawah, Kyungsoo sudah berkacak pinggang kala Soora masuk rumah. "Ini sudah jam berapa Do Soora?"

"Jam sembilan lima belas" Soora nyengir. "Maaf ayah, tadi busnya mogok"

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang