Akhir pekan ini, EXO ada jadwal shooting di Busan. Mereka akan shooting EXO Ladder disana. Kebetulan, Soora dan Daehan juga sedang libur sekolah selama dua minggu sebelum mereka mulai masuk semester baru, jadi Kyungsoo pun memutuskan untuk membawa ketiga anaknya. Di pagi hari Kamis yang cerah ini, dorm EXO sudah rusuh oleh sembilan pria dewasa yang sibuk memeriksa barang-barang mereka. Sementara itu, tiga bocah berusia sebelas, lima, dan dua tahun itu duduk manis di sofa menatap kerusuhan itu sambil makan keripik. Mereka tidak ikut sibuk karena barang-barang mereka sudah disiapkan ayah mereka.
Seharusnya mereka pergi ke Busan menggunakan bus milik agensi, tapi karena Soora dan Daehan ingin naik kereta, jadilah mereka pergi menggunakan KTX* menuruti permintaan dua bocah yang belum pernah naik kereta itu.
Pukul sepuluh pagi, rombongan itu sampai di stasiun kereta. Karena staff-staff juga ikut, jadi satu gerbong kereta penuh oleh rombongan mereka saja. Jadi mereka tak perlu khawatir akan terganggu oleh orang lain atau fans yang mungkin naik kereta itu juga. Oh tapi jangan sedih, meskipun di kereta mereka akan satu gerbong dengan rombongan sendiri, mereka tetap harus menghadapi kerusuhan.
Iya, kerusuhan di stasiun kereta.
Siapa juga sih yang menyangka EXO akan naik KTX? Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba EXO muncul di stasiun kereta. Tentu saja semua heboh.
Kebetulan Kyungsoo sedang kurang sehat, jadi anak-anak lebih memilih untuk menempel dengan samchon-samchon saja. Mereka tidak ingin ayah mereka makin tidak sehat karena kelelahan. Seperti biasa, Soojin digendong Baekhyun, samchon favoritnya. Sementara Daehan bersama Jongdae dan Soora bersama Chanyeol. Meski sering bertengkar dengan Chanyeol, tetap saja Soora selalu menempel pada samchonnya yang satu itu. Mereka semua menembus ramainya stasiun yang tiba-tiba heboh karena kedatangan mereka. Meski sudah ada bodyguard yang berjaga menghalangi keramaian agar tidak terlalu dekat dengan para anggota EXO, rasanya tetap sesak.
"Hadeeh lagian ngide banget naik KTX" gumam Kyungsoo sambil melirik Soora yang berjalan di belakangnya bersama Chanyeol. Kepalanya sudah sakit, rasanya makin sakit karena melihat keramaian stasiun yang mengerumuni mereka sekarang. Gadis berusia sebelas tahun itu menjulurkan lidahnya ke arah Kyungsoo, yang dibalas dengan juluran lidah juga.
"Ck, seperti anak kecil saja Kyungsoo" ledek Chanyeol. Kyungsoo hanya melirik sinis, lalu kembali menatap ke depan. Soora hanya tertawa. Nampaknya dia cukup menikmati keramaian ini, padahal ayah dan samchon-samchonnya sudah muak.
Mereka langsung merasa lega begitu sudah masuk ke dalam kereta. Tiga bersaudara langsung duduk di kursi, sementara Kyungsoo dan para samchon meletakkan barang di bagasi atas terlebih dahulu. Setelah itu barulah mereka duduk di kursi masing-masing.
Kali ini Soora duduk bersama Baekhyun sementara Soojin duduk di pangkuannya. Sebenarnya kursi Soojin ada di sebelah Kyungsoo, tapi anak itu lebih memilih untuk duduk dipangku kakaknya, jadi sekarang Kyungsoo duduk sendiri. Daehan duduk bersama Yixing, Chanyeol bersama Sehun, Jongin bersama Jongdae, dan Minseok bersama Junmyeon. Begitu kereta berangkat, Kyungsoo langsung minum obat dan memejamkan matanya. Kepalanya sudah berdenyut sejak tadi, jadi dia memutuskan untuk tidur.
Sepuluh menit pertama masih aman, Soojin masih asyik melihat pemandangan dari jendela. Tapi itu hanya bertahan sepuluh menit saja, karena setelah itu anak itu mulai tidak bisa diam. Badannya sudah menggeliat berusaha turun dari pangkuan kakaknya.
"Aduh, Soojin, duduk disini saja jangan kemana-mana" keluh Soora. Ia langsung mengeluarkan ponselnya dan menyetel youtube. Sebetulnya Soojin belum diperbolehkan Kyungsoo untuk menonton youtube karena usianya baru dua tahun. Tapi di saat-saat seperti ini Soora terpaksa melanggarnya, daripada Soojin berlarian dari ujung ke ujung gerbong. Soora sih malas kalau dia harus ikut berlarian mengawasi adiknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
