16; kantor

94 8 1
                                        

"Ibu mau kemanaa?" tanya Daehan begitu melihat ibunya keluar kamar dengan pakaian rapi.

"Ibu mau kerja, nak" jawab Jihan sambil memasang jam tangannya. Hari ini hari Minggu, seperti biasa Jihan kerja setengah hari.

"Mau ikut..." kata Daehan sambil memajukan bibirnya. Sudah dua hari ini Soora tidak ada di rumah karena dia mengikuti kegiatan perkemahan di sekolahnya, jadi Daehan tidak ada teman bermain. Kebetulan Kyungsoo juga sedang sibuk sejak hari Jumat, jadi Daehan semakin kesepian.

"Nanti Daehan bosan di kantor ibu" kata Jihan sambil mendekati Daehan yang sedang duduk di sofa. Wanita itu kini ikut duduk di sofa.

"Enggak" Daehan menggeleng.

"Yakin?" tanya Jihan.

"Iya" Daehan mengangguk pasti.

Jihan mengecek arlojinya. Masih ada waktu. Lagipula sebetulnya hari Minggu begini dia libur, dia saja yang terlalu suka bekerja sampai-sampai hari Minggu pun dia tetap ke kantor. Dulunya Jihan ke kantor di hari Minggu supaya dia tidak melihat anak-anaknya di rumah dan tidak merasa bersalah, tapi lama-lama dia jadi terbiasa dan rasanya aneh jika ia di rumah saja. "Ya sudah Daehan mandi dulu sama Goeun nuna" kata Jihan sambil beranjak dari sofa. Ia menghampiri Goeun yang tengah berada di dapur bersama Song Imo. "Goeun-ssi, minta tolong mandikan Daehan ya. Dia minta ikut ke kantor" pinta Jihan. Goeun pun langsung melaksanakan permintaan majikannya tersebut.

"Memangnya nggak apa-apa Daehan diajak ke kantor?" tanya Song Imo sambil menggoreng ayam.

"Nggak apa-apa" jawab Jihan.

"Kalau begitu nanti Imo bawakan bekal ya? Nanti saat Daehan selesai mandi pasti masakannya sudah matang" ujar Song Imo.

"Terima kasih imo" Jihan tersenyum manis, lalu pergi dari sana.

Jihan kini menuju kamar Daehan. Selagi menunggu Daehan mandi, dia mempersiapkan barang-barang yang sekiranya diperlukan Daehan, meskipun sebenarnya dia bingung juga karena ini pertama kalinya dia mengajak anaknya ke kantor. Jihan mengambil tas ransel milik Daehan yang bergambar Buzz Lightyear dan memasukkan sebuah mainan robot, tablet milik Daehan, serta sehelai kaus dan celana pendek. Namanya anak kecil, tak akan ada yang tau apa yang akan terjadi nanti, jadi Jihan mengantisipasinya dengan membawa baju ganti.

Setelah dirasa cukup, Jihan kembali ke dapur. Ia memasukkan beberapa bungkus biskuit kesukaan Daehan dan sebotol air mineral ke dalam tas itu. Botolnya tentu saja bergambar Optimus Prime, tokoh kesukaan Daehan.

Seperti perkiraan Song Imo, masakannya selesai bersamaan dengan Daehan yang tiba di lantai bawah. Anak itu mengenakan kemeja biru muda dan celana panjang hitam. Jihan terkikik geli. "Rapi sekali" komentarnya.

"Kan mau kelja" balas Daehan polos. Jihan kembali terkikik. Song Imo yang sedang memasukkan makanan ke kotak bekal ikutan terkikik.

"Ini bekalnya, jangan lupa dimakan ya" kata Song Imo sambil memberikan tas bekal kepada Jihan. Jihan tersenyum menerimanya. "Terima kasih imo"

Jihan mengambil tas Daehan yang sebelumnya ia letakkan di meja makan. "Daehan mau bawa tas sendiri?" tanya Jihan. Anak itu mengangguk dan langsung mengambil tas tersebut dari tangan ibunya. Setelah berpamitan pada Song Imo, pasangan ibu dan anak itu pun segera masuk ke mobil dan berangkat ke kantor Jihan.

Kalau kalian penasaran, Jihan itu adalah anggota termuda Majelis Nasional Korea Selatan. Jadi kantornya tentu saja berada di Gedung Majelis Nasional. Sebagai politikus yang cerdas, cantik, dan memiliki karir cemerlang di usia muda, tentu saja Jihan hampir sama fenomenalnya dengan idol K-Pop. Itu sebabnya hidup sebagai anak Jihan dan Kyungsoo memang penuh tekanan dan penuh sembunyi-sembunyi, karena mereka memiliki kedua orang tua yang sama-sama terkenal dan sama-sama diperhatikan publik.

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang