"Daehan, ayah ke dapur dulu ya" kata Kyungsoo sembari membelai rambut tipis anak tengahnya itu. Anak lelaki bermata sipit itu hanya menatap mata ayahnya sambil mengangguk tanpa bersuara. Sedetik kemudian, sang ayah sudah keluar dari kamar dan menuju dapur, meninggalkan Daehan seorang diri di kamar itu. Anak itu asyik menyusun lego yang baru saja dibelikan oleh Jongdae.
Tapi kemudian Daehan baru sadar bahwa dirinya tidak sendiri di ruangan itu kala terdengar suara tangisan beberapa menit setelahnya. Iya, itu tangisan adiknya yang baru berusia tiga bulan, Soojin.
Daehan langsung menghentikan segala kegiatannya dan mendekat ke sang adik yang berada diatas kasur dengan guling-guling kecil di sekelilingnya untuk melindungi tubuh kecil bayi itu. Setelah menyingkirkan salah satu guling kecil itu, Daehan duduk di samping sang adik yang masih menangis.
Daehan termenung menatap bayi kecil itu. Sebagai mantan anak bungsu, Daehan tak tau apa yang harus dilakukannya pada bayi kecil ini. Daehan masih kecil, usianya baru tiga setengah tahun. Sebelumnya dia juga anak bungsu, biasanya dialah yang ditimang dan dimanja oleh orang-orang di sekitarnya. Tapi sekarang, hadir bayi kecil ini yang ternyata lebih cengeng darinya.
Daehan bingung, tapi dia ingat sering melihat ayah atau kakaknya mengarahkan botol ke bibir bayi itu, jadi Daehan segera meraih sebuah botol yang tergeletak di samping bantal kecil milik Soojin. Daehan pun segera mendekatkan ujung dot itu ke bibir Soojin dan memasukkannya ke mulutnya. Bibir kecil Soojin langsung menyedot ujung dot itu kuat-kuat.
Padahal botol itu kosong. Membuat si bayi kembali menangis kencang karena tak mendapati apapun dari botol tersebut.
Daehan tak paham, bahwa yang membuat Soojin berhenti menangis itu isi dari botolnya, bukan ujung dot pada botolnya.
Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki cepat menuju kamar. Ayahnya datang dengan tergesa-gesa, sebuah botol ada di tangannya. Betapa terkejutnya Kyungsoo melihat pemandangan di depannya, melihat Daehan berusaha menghentikan tangisan adiknya dengan botol dot itu meski tak berhasil karena botol itu kosong.
Kyungsoo tersenyum, terenyuh. Ia langsung melangkah masuk dan mengambil botol yang dipegang Daehan, lalu memberikan botol baru berisi susu yang dibawanya dari dapur. Daehan pun menerima botol itu dan mengarahkannya ke bibir sang adik. Bayi kecil itu langsung berhenti menangis dan menyedot susu dari botol itu dengan lahap, membuat Daehan takjub. Perlahan Kyungsoo duduk di pinggir kasur. Pria itu tersenyum hangat melihat sosok Daehan yang tengah memegangi botol susu sementara Soojin meminum susunya.
Saat susu di botol itu habis, Soojin sudah tertidur dengan tenang dan lelap. Kyungsoo langsung membelai rambut Daehan. "Daehan berusaha membantu Soojin ya?" tanyanya sambil tersenyum. Daehan hanya mengangguk. Kyungsoo menarik anak laki-lakinya itu ke pangkuannya dan merengkuh tubuh kecilnya. "Terima kasih sudah membantu adik dan ayah ya, Kakak Daehan. Kakak Daehan baik dan hebat sekali" Kyungsoo masih tersenyum. Diciuminya pipi tembam Daehan, membuat sang anak tertawa kegelian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
