39; menstruasi

88 10 2
                                        

Membesarkan anak perempuan itu sulit, terutama bagi single father seperti Kyungsoo. Begitu pun sebaliknya, bagi Soora juga sulit bertumbuh hanya dengan ayah. Tidak semua hal bisa Soora ceritakan atau tanyakan pada ayahnya, karena ayahnya bukan perempuan.

Contohnya hari ini, saat tiba-tiba ada warna merah di celana dalam Soora.

Iya, Soora mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.

Tentunya Soora sudah tahu kalau itu adalah darah menstruasi karena dia sudah mempelajarinya di sekolah. Tapi dia tidak tahu, apa yang harus dia lakukan? Ia hidup bersama ibunya hanya sampai usia delapan tahun, ia tak pernah tahu apa yang dilakukan ibunya saat menstruasi. Bertanya pada ayahnya juga dia malu. Jadi untuk beberapa saat, dia hanya bisa berdiri kaku di kamarnya.

Soora mondar-mandir di kamarnya. Waktu terus berputar, sementara noda darah di celananya makin banyak. Tentu saja dia tidak bisa membiarkan celananya dipenuhi darah, kan? Jadi, setelah cukup lama mengumpulkan keberanian dan mengikat jaket di pinggangnya, Soora pun menghampiri ayahnya yang sedang menonton televisi di lantai bawah.

"Ayah..." panggilnya pelan.

"Iya?" Kyungsoo menoleh ke arah putri sulungnya yang sudah SMP itu.

"Umm..." Soora menunduk. Wajahnya tampak malu.

"Ada apa, nak?" tanya Kyungsoo lagi. Kini ia berdiri dan menghampiri putrinya yang beranjak remaja itu. "Bilang saja sama ayah, ada apa? Jangan takut"

"Umm... Soora... menstruasi..." cicitnya pelan.

"Apa?" Kyungsoo tak mendengar ucapan Soora dengan baik.

"Menstruasi..." ulang Soora dengan suara yang sedikit lebih besar.

"Oh, menstruasi?" Kyungsoo sedikit terkejut, namun pria itu langsung terkekeh. "Hahahah berarti anak ayah sudah besar, ya" ujarnya sambil mengusak rambut tebal Soora.

"Nggak apa-apa, nggak usah malu. Tunggu di kamarmu ya, ayah belikan pembalut" lanjutnya sambil meraih jaket dan topi yang ada di sofa. Ia segera keluar dari rumah, sementara Soora kembali ke kamarnya.

Kyungsoo pernah punya istri, meski itu sudah bertahun-tahun yang lalu, jadi tentunya dia tau apa yang harus dilakukan saat perempuan sedang menstruasi. Dia juga masih ingat ukuran pembalut yang biasa digunakan Jihan saat menstruasi, jadi dia memutuskan untuk membeli pembalut dengan ukuran yang sama untuk Soora. Kyungsoo juga membeli obat dan es krim. Usai membayar semuanya, ia kembali berjalan pulang ke rumahnya yang tak jauh dari minimarket.

Sesampainya di rumah, Kyungsoo langsung menuju kamar Soora. Anak itu tampak duduk di kursinya dengan tak nyaman. Kyungsoo meletakkan plastik belanjaannya di atas meja belajar Soora. "Kamu tahu cara memasang pembalut?" tanya Kyungsoo. Soora menggeleng pelan.

Kyungsoo terkekeh. "Benar juga, ini pertama kalinya bagimu. Mana mungkin kamu tahu" ujarnya. "Coba ambil celana dalammu"

Soora membuka lemarinya dan mengambil sebuah celana dalam lalu memberikannya pada Kyungsoo. Kyungsoo segera mengambil sebuah pembalut. Ia membuka bungkusnya, lalu mulai mencontohkan cara memasangnya pada Soora. "Ini kan ada kertas, kamu lepas kertasnya karena di bawahnya ada lem. Pembalutnya dipasang seperti ini, kamu kira-kira saja posisinya. Setelah itu, kertas yang ini dilepas juga. Kamu tempel sayapnya keluar" jelasnya sambil mempraktekkan. "Nah, sudah selesai. Tinggal kamu pakai" lanjutnya sambil memberikan celana yang sudah dipasangi pembalut itu.

Soora menerima celana itu dari tangan Kyungsoo. "Kok ayah tahu?" tanyanya takjub.

Kyungsoo menggaruk kepalanya. "Ibumu itu dulunya istri ayah kalau kamu lupa. Tentu saja ayah pernah mengurus ibumu saat menstruasi"

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang