33; hari ibu

88 7 0
                                        

*Baca part ini sambil play videonya ya. Ini adalah lagu yang dinyanyikan Daehan dan teman-temannya di pentas

Hari ini adalah Hari Ibu di Korea. Anak-anak di TK dan daycare di seluruh Korea biasanya mengadakan pentas pada hari ini. Tidak terkecuali TK Daehan. Karena dulunya Daehan tidak ikut daycare, jadi ini pertama kalinya bagi Daehan untuk tampil di pentas Hari Ibu. Ini juga akan menjadi pentas Hari Ibu yang terakhir bagi Daehan karena dia terlambat masuk TK. Seharusnya Daehan masuk TK di usia empat tahun dan belajar di TK selama dua tahun, namun Daehan baru masuk TK di usia lima tahun. Hal ini dikarenakan kondisinya satu tahun lalu yang masih dilanda trauma tak memungkinkan untuk masuk TK.

Sejak satu bulan yang lalu, semua murid TK dengan penuh semangat berlatih untuk pentas ini. Masing-masing kelas akan mementaskan penampilan yang berbeda. Ada yang hanya menyanyi bersama, ada juga yang sambil berjoget. Untuk kelas Daehan, gurunya memutuskan mereka hanya akan bernyanyi. Di akhir penampilan, mereka semua akan turun panggung dan memberikan bunga untuk ibu mereka masing-masing.

Mereka semua dengan semangat berlatih setiap hari setelah selesai kelas. Hanya Daehan yang tidak semangat. Meski begitu, anak berusia lima tahun itu tak pernah absen berlatih bersama teman-teman sekelasnya. Ia tak mau mengecewakan teman-temannya yang sudah giat berlatih, jadi ia pun tetap selalu berlatih meski lesu. Namun wali kelasnya menyadari bahwa anak muridnya yang paling pendiam itu tidak bersemangat.

"Tadi seonsaengnim lihat Daehan tidak semangat. Daehan kenapa? Daehan tidak suka lagunya ya?" tanya gurunya setelah satu minggu mereka berlatih. Hari itu teman-teman Daehan sudah pulang semua, hanya Daehan yang masih disana karena belum dijemput. Kyungsoo sudah mengabari gurunya bahwa ia akan terlambat menjemput Daehan.

"Daehan tidak punya ibu, seonsaengnim. Buat apa Daehan menyanyikan lagu ini?" ujarnya datar tanpa ekspresi, menohok sang guru.

Sebagai wali kelas, tentunya wanita bernama Eunjin itu telah mengetahui keadaan keluarga Daehan yang tak lengkap. Ia juga tahu keadaan Daehan satu tahun lalu yang menyebabkan anak ini terlambat masuk TK lewat cerita Kyungsoo, meski keadaannya sudah jauh lebih baik sekarang.

"Kenapa Daehan tidak punya ibu? Daehan punya ibu kok, ibu Daehan hanya tidak ada disini. Tapi dia pasti selalu mengawasi Daehan, jadi ibumu pasti tetap akan melihat penampilanmu dari atas sana. Ibumu pasti akan senang dan bangga sekali" ucap Eunjin sambil tersenyum teduh. Tangannya membelai kepala Daehan dengan lembut.

"Tidak usah bilang pada ayahku ya, seonsaengnim" kata Daehan, seperti mengabaikan ucapan Eunjin sebelumnya. Meski begitu, anak itu sebenarnya mendengarkan dan mengingat ucapan Eunjin.

"Loh, kenapa? Bukannya akan bagus kalau ayahmu tahu dan ikut datang saat pentasmu?" tanya Eunjin bingung.

Daehan menggeleng. "Daehan suka sendiri" jawabnya seadanya.

Wanita itu terdiam sebentar, namun akhirnya memutuskan untuk mengangguk. "Baiklah" ujarnya. Tak lama setelahnya, Kyungsoo datang menjemput. Biasanya Pak Kim yang menjemput, namun kebetulan pria itu sedang sakit, jadi hanya Kyungsoo yang bisa menjemput anak tengahnya itu.

Meski Eunjin telah mengiyakan permintaan Daehan untuk tidak memberitahu ayahnya, Eunjin tetap mengabari Kyungsoo melalui aplikasi sekolah yang sudah diunduh setiap wali murid. Aplikasi itu berguna sebagai media bagi para guru untuk mengumumkan kegiatan sekolah dan mengabari orang tua mengenai perkembangan anak-anak. Eunjin memberikan pesan yang cukup detail mengenai keadaan Daehan, berharap Kyungsoo bisa membantu Daehan menaikkan kepercayaan dirinya dan memahami bahwa meski ibunya sudah meninggal, bukan berarti penampilannya akan sia-sia.

Sayang seribu sayang, Kyungsoo yang memang dasarnya tidak begitu suka membuka ponsel melewatkan pesan dari Eunjin. Pria itu bahkan tidak melihat pengumuman sekolah bahwa akan ada pentas dan para orang tua diundang untuk hadir.

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang