"Ayaaahh!!" suara lantang itu langsung menghentikan langkah besar Kyungsoo, membuat pria itu menoleh kearah sumber suara. Soora, gadis kecil itu tengah berlari menuruni tangga dan berhenti beberapa meter dari tempat ayahnya berdiri.
"Iya?" tanya Kyungsoo. Namun gadis itu tak menjawab, hanya terdiam menatap wajah sang ayah. Begitu pula Kyungsoo, pria yang mengenakan jaket hijau itu tak bicara apapun, hanya menanti kalimat putrinya. Namun beberapa detik kemudian, Soora malah menangis kencang sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Bahunya bergetar hebat, mengiris hati siapapun yang melihatnya.
"Loh, Soora kenapa?" Kyungsoo dengan panik langsung tergesa-gesa mendekati putri sulungnya, berlutut di hadapannya sambil memegang kedua bahunya yang bergetar. Gadis berusia delapan tahun itu tak sanggup menjawab pertanyaan ayahnya, ia hanya terisak-isak.
"Iya, nggak apa-apa menangis aja nak" ujar Kyungsoo lembut sambil mengusap-usap lengan kecil putrinya, kemudian ia memeluk Soora erat. Tak lupa tangannya menepuk-nepuk punggung kecil Soora. Mendengar suara tangisan itu, Jihan diam-diam membuka pintu kamarnya dan mengintip. Jihan awalnya panik karena tiba-tiba ada yang menangis, tapi setelah melihat putrinya tengah ditenangkan ayahnya, Jihan langsung mengurungkan niatnya untuk keluar dan lebih memilih untuk mengamati dari tempatnya.
Ketika Soora sudah mulai tenang, Kyungsoo mulai melepas pelukannya. "Anak ayah kenapa?" tanyanya dengan suaranya yang khas dan menenangkan.
Soora masih bungkam, ia hanya menunduk sambil menghapus air mata yang sebetulnya masih terus mengalir dari sudut matanya. "Hei, coba lihat ayah" Kyungsoo menangkup wajah kecil Soora, lalu mengusap-usap pipinya yang basah.
Sepasang mata bulat yang berkaca-kaca itu menatap Kyungsoo nanar, membuat hati Kyungsoo terasa diiris-iris. Tetapi Kyungsoo tetap berusaha tenang. "Soora kenapa, nak? Coba bilang sama ayah. Soora sudah besar kan? Soora sudah bisa bicara dengan baik, enggak seperti Daehan yang belum lancar berbicara. Bilang sama ayah, kenapa Soora menangis? Ayah kan enggak bisa menerawang, ayah bukan cenayang. Kalau Soora gak bicara, ayah gak bakal tau apa yang Soora rasakan, nak" ujar Kyungsoo lembut.
Soora kembali menunduk, tak berani menatap mata sang ayah. Namun suara kecilnya akhirnya terdengar. "Kenapa sih ayah gak bisa tinggal disini? Kenapa ayah harus pulang? Ayah kan ayahnya Soora, kenapa rumah kita harus berbeda?" tanyanya sambil tetap menunduk. Soora sudah tau jawaban dari pertanyaannya sendiri, yaitu karena orang tuanya sudah berpisah, karena orang tuanya sudah bukan suami istri lagi. Soora tahu itu dengan baik, tapi entah kenapa dia sangat ingin menanyakan itu kepada ayahnya.
Hati Kyungsoo langsung mencelos mendengarnya. Ia kembali memeluk Soora erat. "Ayah minta maaf ya. Ayah minta maaf sekali sama Soora. Maaf, tapi ayah memang gak bisa tinggal disini. Ini rumah Soora, Daehan dan ibu, bukan rumah ayah. Maaf yaa" ujarnya penuh penyesalan sambil mengusap kepala Soora.
Kyungsoo melepas pelukannya, lantas menatap putrinya yang entah kenapa hari ini sedang agak sensitif. Ditangkupnya wajah kecil putrinya, lalu diusapnya pipi gembil Soora yang basah. "Maaf yaa. Ayah kurang lama ya mainnya sama Soora? Ayah terlalu jarang menemui Soora ya? Ayah minta maaf ya, harusnya ayah enggak sibuk supaya bisa sering-sering menemui Soora"
Soora memegang kedua tangan ayahnya yang masih berada di pipinya, lalu menggeleng. "Enggak ayah, seharusnya Soora lebih pengertian. Maafin Soora, ayah"
"Jangan minta maaf, Soora kan anaknya ayah, memang sudah seharusnya ayah selalu menemui Soora kan?" Kyungsoo tersenyum. "Kalau ada apa-apa selalu bilang sama ayah ya nak, jangan takut, jangan dipendam sendiri. Ayah pasti selalu mendengarkan Soora" ujar Kyungsoo, yang seketika membuat Soora merasa aman dan lebih tenang. Anak itu membalasnya dengan anggukan.
Kyungsoo kembali tersenyum melihat anggukan dari anaknya. "Ini sudah malam, ayah pulang nggak apa-apa ya? Kamu coba minta ibumu bikinkan susu hangat atau teh hangat supaya tidurnya enak. Atau mau ayah yang bikinkan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
