"Kyungsoo, aku minta maaf" kata Jihan pada Kyungsoo dengan penuh penyesalan. Pria itu baru saja mengantar Soora ke sekolah, dan ia kembali ke rumah Jihan untuk melihat Daehan yang belum sembuh benar.
Kedua alis Kyungsoo terangkat. "Minta maaf kenapa?"
"Tempo hari aku mengajak Soora ke kebun binatang bertiga saja denganmu. Aku baru ingat, kamu kan idol... mana bisa ke tempat umum begitu" ujar Jihan.
"Oh, aku kira apa" Kyungsoo terkekeh. "Bisa kok, asal tidak ke tempat ramai. Mau pergi kapan? Akan aku atur"
"Aku mengikuti jadwalmu saja"
"Hmm sebenarnya sebulan ini aku ada pekerjaan setiap hari sih. Soalnya selama Daehan sakit kemarin banyak pekerjaan yang aku tunda. Selain besok, sepertinya aku baru bisa diatas jam satu siang. Kalau besok aku ada latihan sore" jelas Kyungsoo sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Nggak apa-apa, kita bisa pergi sepulang Soora sekolah. Toh dia memang baru pulang jam dua juga"
"Memang kamu nggak kerja?" tanya Kyungsoo heran.
"Aku terlanjur mengambil cuti sepuluh hari, jadi aku masih cuti beberapa hari kedepan meskipun Daehan sudah pulang dari rumah sakit" jelas Jihan.
"Hmm..." Kyungsoo mengangguk-angguk. "Bagaimana kalau... rabu? Biasanya hari rabu nggak terlalu ramai karena masih weekday"
"Boleh" Jihan mengangguk setuju.
Kyungsoo ikut mengangguk, lalu mulai melangkah pergi. "Aku lihat Daehan dulu ya"
"Jangan diganggu anaknya baru tidur" Jihan mewanti-wanti.
"Iyaaa" jawab Kyungsoo sambil berlari keatas tanpa menoleh ke arah Jihan.
Setelah Kyungsoo pergi, Jihan duduk di sofa ruang tengah dan membuka ponselnya, mengecek pesan-pesan dari para koleganya. Membicarakan pekerjaan tentunya. Meski sedang cuti, masih ada beberapa pekerjaan yang perlu Jihan kerjakan di rumah. Belum sepuluh menit Jihan duduk, sudah terdengar suara dari lantai atas.
"HUWEEEEEE"
Iya betul, itu suara anak bungsunya menangis.
"Ck," Jihan berdecak sebal. "KYUNGSOOOO KAN AKU SUDAH BILANG ANAKNYA JANGAN DIGANGGU!" bentaknya.
"IYAAAA MAAF!" Kyungsoo balas berteriak dari lantai atas.
"Hadeh" Jihan menghela nafas berat, lalu mulai beranjak dari duduknya dan menuju lantai atas. Dia pikir pagi ini bakalan tenang setelah Daehan tidur, ternyata dia salah. Ternyata Daehan malah terbangun gara-gara ayahnya.
Sesampainya diatas, Jihan hanya menyandarkan tubuhnya di ambang pintu kamar Daehan tanpa berniat masuk. Ia hanya geleng-geleng melihat Daehan yang menangis sementara Kyungsoo berusaha menenangkannya sambil berjongkok di samping kasurnya. Anak itu baru tertidur satu jam setelah semalam terbangun pukul tiga dan tak bisa tidur lagi sampai satu jam yang lalu, tidak heran dia kesal karena terbangun.
"Iiibuuuu" anak itu merengek sambil mengangkat kedua tangannya ke arah sang ibu.
Jihan melipat tangannya di dada. "Peluk saja ayahmu yang paling keren itu"
"Ga mauuuu" anak itu menggeleng kuat-kuat. Air matanya mengalir makin deras. Jihan jadi tidak tega, akhirnya diangkatnya Daehan ke gendongannya. Anak yang baru sembuh dari demam berdarah itu langsung menyandarkan kepalanya di dada sang ibu.
"Kamu diapain sama ayahmu?" tanya Jihan pada Daehan. Wajahnya tampak sebal. Bukan apa-apa, tapi Jihan yang menemani Daehan begadang semalam, jadi dia ikut sebal. Sudah susah-susah Jihan menidurkan anaknya, malah dibangunkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
