Kumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak.
Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya!
#1...
*Chapter ini dibuat untuk menggambarkan dan mendeskripsikan sedikit tentang rumah Jihan. Dengan adanya chapter ini semoga kalian bisa ada sedikit bayangan seperti apa rumah Jihan yang selama ini ada di imajinasiku jadi kalian juga nggak bingung selama baca cerita ini ^^
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Kurang lebih begini gambaran rumah Jihan yang jadi latar cerita ini. Mohon maklumi aja kalau garisnya miring-miring, authornya silinder jadi gabisa bikin garis lurus😩)
"Halo semuanya! Aku Soora" gadis kecil itu tersenyum manis di depan kamera yang dipegang Pak Kim. Saat ini dia sedang berada di depan rumahnya. "Ini rumahku. Ayo masuk, aku akan perlihatkan isi rumahku."
Soora berbalik badan. Seorang satpam mendorong pagar rumah itu perlahan. Soora pun kembali berbalik menghadap kamera. "Di depan sini ada pos satpam. Jadi rumahku selalu dijaga satpam selama dua puluh empat jam" jelasnya sambil berjalan mundur perlahan. Ia tersenyum ke arah satpam yang baru saja membukakan pagar itu. "Pak! Bilang halo ke kameraku, dong!"
Pak Kim mengarahkan kamera ke sang satpam. Pria itu tersenyum canggung. "Halo" ujarnya kikuk.
Soora tertawa melihatnya. Kamera kembali mengarah padanya. "Satpam rumahku agak pemalu."
"Nah!" ia melanjutkan sambil merentangkan tangannya. "Ini... apa ya namanya? Parkiran? Seperti yang bisa kalian lihat, ada mobil ayah dan ibuku terparkir disini. Tapi rumah ini juga memiliki garasi di samping rumah. Biasanya mobil-mobil ini nantinya dipindahkan ke garasi, karena garasi memiliki atap. Supaya mobilnya tidak kepanasan dan kehujanan."
"Garasi ada disana, di sebelah kanan rumah" tangan Soora terangkat, menunjuk garasi di ujung sana. "Kalau di sebelah kiri ada halaman. Nanti aku tunjukkan! Sekarang, mari masuk ke rumahku!"
Soora membuka pintu rumahnya dan masuk. Seperti rumah-rumah Korea pada umumnya, ada ruang depan setelah pintu masuk, jadi tidak langsung masuk ke bagian dalam rumah. Terdapat rak sepatu besar di ruangan ini, jadi disanalah para penghuni rumah menyimpan sepatu dan sandal mereka. Usai melepas sandalnya, Soora kembali menghadap kamera. "Kami menyimpan sepatu dan sandal disini. Nah, sebelum memasuki bagian dalam rumah, disini ada ruang tamu. Tapi kami jarang mempunyai tamu, sih. Tamu kami cuma ayah, jadi ruang tamu ini jarang terpakai" jelas Soora sambil berjalan masuk ke ruang tamu yang berada di samping ruang depan. Di ruangan itu ada beberapa sofa dan sebuah meja kaca.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.